Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Pertamina Bentuk Satgas Untuk Hadapi Ramadan dan Idul Fitri, Inilah Tugasnya..

Rabu, 16 Mei 2018

Konfrensi pers Pertamina soal pembentukan Satgas. (Foto:Kompas.Com)

JAKARTA-PT Pertamina (Persero) membentuk satuan tugas (Satgas) untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2018. Satgas nantinya akan mengawal ketersediaan dan kelancaran distribusi ke seluruh wilayah Indonesia serta melayani kebutuhan BBM dan elpiji bagi masyarakat, khususnya pemudik selama puasa dan Idul Fitri 2018. 

Direktur Supply Chain, Logistik, dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo mengatakan, pembentukan satgas dilakukan seperti tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, masa kerja awal dan akhir satgas akan lebih lama ketimbang tahun lalu. 

"Seiring dengan selesainya jalan tol, maka ini akan berdampak pada peningkatan jumlah pemudik yang akan memanfaatkan jalan tersebut. Pertamina mengantisipasi jauh-jauh hari dengan memperpanjang waktu satgas, biasanya dua pekan sebelum dan sesudah, tetapi sekarang jadi tiga pekan sesudah dan sebelum lebaran," kata Gandhi dalam jumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (16/5/2018). 

Ditambahkan, satgas Ramadan dan Idul Fitri 2018 pihaknya juga akan menjaga ketersediaan BBM di sejumlah SPBU dan bakal menyediakan BBM tambahan di beberapa rest area yang ada di jalan tol. 

"Selain menjaga pasokan di 7.600 SPBU di Indonesia, kami juga akan menyediakan BBM melalui sarana lain di rest area. Terutama rest area yang belum ada SPBU-nya. Kami juga sediakan mobil dispenser di 13 titik jalur mudik. Kemudian juga kita akan sediakan kios yang menjual Pertamax kemasan. Ini juga bisa diakses pada saat kemacetan," urai Gandhi. 

Peningkatan jumlah pemudik tahun ini juga membuat Pertamina menerjunkan pengendara motor untuk dapat mendistribusikan BBM di titik kemacetan yang ada di jalan tol. "Kami juga menyediakan 200 motor satgas yang akan membawa produk bahan bakar dalam kemasan dam akan beroperasi di sepanjang jalur jalur tol, yang kemungkinan akan stuck. Seperti Brexit beberapa tahun silam," tukasnya. (*)



Editor : Boy Surya Hamta
Sumber : Kompas.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus