Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Perubahan Status Masjid Raya Pekanbaru, Tapung Heritage: Ini Tamparan Keras!

Jumat, 09 Maret 2018

Begini bentuk asli Masjid Raya Senapelan. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Tapung Heritage, organisasi yang peduli dengan situs bersejarah dan budaya di Riau, menyayangkan perubahan status Masjid Raya Senapelan dari cagar budaya menjadi struktur cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) wilayah kerja Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau. Karena hal ini jelas merugikan daerah.

Afrizal, S.Ag, Ketua Tapung Heritage kepada FokusRiau.Com, Jumat (9/3/2018) menyampaikan, turunnya status cagar budaya Masjid Raya ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah daerah di Riau. 

Pemerintah daerah, menurut Afrizal cukup peduli dengan keberadaan situs-situs sejarah dan budaya di Riau. Namun pemerintah daerah kurang dalam hal koordinasi dengan sesama stakeholders. "Akibatnya, cagar budaya yang seharusnya tak boleh diubah bentuk aslinya, kini keasliannya hanya tinggal 20 persen saja akibat dilakukan renovasi," kata Afrizal.

Seharusnya, sebelum dilakukan renovasi, pemerintah daerah terlebih dahulu mengonsultasikan dengan pihak-pihak terkait, seperti BPCB. "Sekarang apa mau dikata, semua sudah terjadi. Hilangnya aset yang sangat berharga ini tamparan keras bagi kita," ujarnya.

Afrizal mendesak pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten untuk lebih sensitif terhadap perlindungan aset-aset sejarah dan budaya yang ada di Riau. Kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi di masa-masa mendatang.

"Masih ada puluhan bahkan mungkin ratusan aset sejarah yang ada di Riau. Meski keterbatasan anggaran, itu bukanlah alasan tepat untuk mengabaikan perlindungan terhadap situs-situs sejarah itu," tutup Afrizal.

Sebagai informasi, Masjid Raya Senapelan yang dibangun pada masa Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah abad 18 ini erat kaitannya dengan sejarah kesultanan Siak Sri Indrapura di Pekanbaru. Kini, bangunan baru yang lebih modern ini yang tak lagi kaya dengan nilai-nilai sejarah.

Sebelum direnovasi, masjid bergaya arsitektur Melayu yang dipengaruhi arsitektur timur tengah ini kerap dikunjungi oleh wisatawan serta budayawan dari mancanegara. Umumnya mereka ingin mengetahui sisi sejarah masjid ini. (andi affandi)


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler
        Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
        Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
        Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
        Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
        Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus