Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Petani Karet di Bantan Mengeluh Akibat Harga Terus Turun

Minggu, 21 April 2013


PEKANBARU-Sejumlah petani karet di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis mengeluh akibat terjadinya penurunan harga karet yang sebelumnya Rp11.000/kg, sekarang menjadi Rp7.000/kg. Menurutnya, harga sekarang makin menyulitkan petani untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Kami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup, karena harga karet yang terus menerus turun dan sekarang sudah turun ke harga Rp7.000/kg," papar Kandian, petani karet di Desa Bantai Air, Kecamatan Bantan, Sabtu (20/4).

Dikatakan, ketika harga karet masih Rp11.000/kg, para petani sudah mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup atau untuk membeli sembako. Bapak tiga anak ini minta pemerintah daerah atau pemerintah pusat untuk membantu petani mempertahankan harga karet atau paling tidak membuat standar harga, agar para petani yang hidup dari bertani karet bisa menikmati hidup lebih layak.

Padahal, menurut Kandian, karet sangat dibutuhkan di antaranya sebagai bahan baku pembuatan ban dan peralatan otomotif lainnya, tapi ternyata harganya terus menurun dari waktu ke waktu.

Petani yang setiap hari menoreh getah hanya pasrah dengan harga karet yang terus turun dan sulit diprediksi untuk bisa stabil kembali di atas Rp12.000/kg.

Diduga, harga karet yang ada sekarang merupakan ulah permainan tengkulak. Karena pada tingkat pengumpul, belakangan enggan mendatangi petani untuk membeli langsung tanpa alasan yang jelas. "Sejak enam hari ini, biasanya ada pedagang pengumpul berada di pinggir jalan menampung karet. Tapi sudah tidak ada lagi," tukasnya.

Namun demikian, buruh penoreh getah ternyata juga merasakan dampak dari penurunan harga tersebut. Karena majikan mereka membayar upah mereka lebih murah dari biasa, dengan alasan harga karet tidak stabil dan cenderung menurun.

Seorang penoreh getah, Hasan mengatakan, dirinya hanya pasrah terhadap turunnya harga karet dan berupaya untuk mencari upaya lain untuk kebutuhan ekonomi keluarga. (anr/lin)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus