Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Petani Karet Rohul Keluhkan Rendahnya Harga Jual

Kamis, 09 Mei 2013


PASIR PENGARAYAN-Merosotnya harga komoditi karet beberapa minggu terakhir membuat sejumlah petani di Rokan Hulu gerah. Sebab biaya untuk menutupi kebutuhan hidup beberapa minggu ke depan akan semakin tinggi, seiring dengan masuknya masa tahun pelajaran baru.

Menurut Izul, salah seorang petani karet, harga karet saat ini berkisar antara Rp7.500 sampai Rp8.000 perkilogramnya. Nilai itu jauh lebih rendah dari beberapa bulan sebelumnya sekitar Rp10.000 per kilogramnya. Apalagi memasuki musim penghujan saat ini, semakin membuat warga sulit karena tidak bisa lagi menyadap karet dan otomatis akan menggerus pendapatan masyarakat.

Dikatakan, menyadap karet merupakan mata pencarian sebagian besar masyarakat, sehingga dengan turunnya harga karet sangat berdampak terhadap perekomoniam masyarakat. "Sejak turunnya harga karet, pendapatan masyarakat juga semakin berkurang. Karena mayoritas mata pencarian masyarakat menyadap karet," ujarnya.

Dia berharap, pemerintah bisa mencarikan solusi bagaimana menaikkan kembali harga karet, agar petani karet tidak mengalami kesulitan ekonomi. Mengingat beberapa bulan ke depan selain memasuki tahun ajaran baru sekolah, juga masuknya Ramadhan dan Lebaran yang otomatis membutuhkan biaya besar.

Bila harga karet  tersebut tidak naik, maka ekonomi masyarakat akan makin terpuruk. Apalagi isu kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah telah membuat sebagian harga kebutuhan pokok merangkak naik. "Kita berharap, pemerintah bisa mencari solusi menaikan harga karet agar ekonomi masyarakat tidak merosot," ujarnya. (epi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus