Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Petani Sawit Rohul Belum Siap Jalankan Program Replanting

Selasa, 30 April 2013


PEKANBARU-Sejumlah petani sawit di Kabupaten Rokan Hulu, mengaku belum siap menjalani program peremajaan tanaman sawit atau replanting. Alasannya, mereka masih takut kehilangan mata pencarian ketika program tersebut dilaksanakan dengan waktu tiga tahun.

"Hal ini perlu dicarikan solusi, agar petani bisa siap menghadapi replanting sawit dan tidak kehilangan penghasilan tetap selama tiga hingga empat tahun program berjalan," kata Anggota Komisi A DPRD Riau, Tony Hidayat di Pekanbaru, Selasa (30/4).

Dikatakan, kondisi ketakutan petani didapatkannya saat melakukan kunjungan reses di Desa Tapung Jaya, Kecamatan Tandung, Rokan Hulu. Mereka termasuk petani sawit plasma di kawasan transmigrasi Perkebunan Inti Rakyat (PIR) PTPN V itu mengeluhkan tidak lagi memiliki penghasilan ketika tanaman kelapa sawit mereka memasuki masa peremajaan.

Padahal, replanting mulai dari penumbangan, penanaman, perawatan dan panen pertama paling cepat memakan waktu tiga tahun. Praktis selama tiga tahun ke depan masyarakat tidak punya penghasilan tetap. "Akibat tidak berpenghasilan ini, banyak orang tua di daerah itu tidak lagi bisa membiayai sekolah dan kuliah anak mereka," katanya.

Menurutnya, penghasilan warga hanya bersumber dari kebun kelapa sawit yang tumbuh di belakang rumah mereka yang paling luas mencapai dua hektare. Karena itu, menurut Tony, para petani memohon bantuan pemerintah terutama yang bersumber dari anggaran Provinsi Riau maupun pusat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. "Misalnya bantuan untuk mendapatkan ternak sapi, bebek atau bibit dan pengelolaan perikanan air tawar," kata politisi Demokrat itu.

Dijelaskan, banyak program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang pembiyaannya bersumber dari anggaran provinsi dan pusat. Program itu, lanjutnya, harus juga menyentuh masyarakat di Tapung Jaya sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Replanting tanaman sawit petani plasma PTPN V telah diluncurkan Februari 2012 lalu mencatat, pelaksanaannya membutuhkan biaya sekitar Rp39,9 juta per hektare selama proses berlangsung empat tahun. Proses penumbangan pohon tua, penanaman bibit baru dan perawatan selama empat tahun, akan dilakukan perusahaan.

Petani akan mulai mencicil kreditnya pada tahun keenam. Pemerintah pusat memberikan subsidi bunga, sehingga petani hanya membayar bunga tetap sebesar tujuh persen per tahun.

Tahap awal peremajaan sawit dilakukan di lahan seluas 1.000 hektare di Desa Tapung Jaya, dengan jumlah petani 500 kepala keluarga (KK). Secara keseluruhan, PTPN V akan melakukan replanting perkebunan plasma sawit di Riau seluas 56.655 hektare. Program itu akan dilakukan bertahap hingga 2022. (anr/lin)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus