Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Peyidik KPK Geledah Kantor Disdik Dumai Riau, Diduga Terkait Kasus Korupsi Walikota Zul AS

Rabu, 14 Agustus 2019

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto:Istimewa)

DUMAI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (14/8/2019) menggeledah Kantor Dinas Pendidikan Kota Dumai, Riau. Penggeledahan diduga terkait dengan dugaan kasus korupsi Walikota Dumai Zulkifli AS.

Selain menggeledah, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang, termasuk mantan pejabat Dinas Pendidikan Dumai yang sudah pensiun.

Seorang mantan pejabat tak ingin disebutkan namanya mengaku, kehadirannya di kantor Disdik Kota Dumai sekira pukul 14.00 siang adalah atas panggilan KPK. Panggilan tersebut, dilakukan terkait proyek tahun anggaran 2018 di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Dumai tersebut. "Saya dipanggil soal proyek. Waktu itu kan sudah pindah dinas juga," katanya.

Informasi yang diperoleh menyebut, KPK mulai melakukan penggeledahan sejak pukul 09.00 pagi. Penyidik berjumlah enam orang tersebut diketahui langsung mengarah ke ruang kadisdik Dumai Syaari di lantai dasar.

Saat penggeledahan berlangsung, kegiatan perkantoran tetap berlangsung seperti biasa walau dengan pengawasan dan pengawalan ketat personil kepolisian bersenjata lengkap dari Polres Dumai.

Sejumlah staff dan pegawai juga nampak hilir mudik keluar masuk ke ruang Kadisdik sambil membawa sejumlah berkas dokumen.

Sebelumnya, petugas KPK juga melakukan penggeledahan di Dinas PUPR Kota Dumai. Penggeledahan berlangsung sejak pukul 8.30 pagi dan selesai pada pukul 15.52 sore. Belum diketahui berkas apa saja yang disita dari kantor Kadisdik Kota Dumai. Kuat dugaan, masih berhubungan dengan kasus korupsi melibatkan Walikota Dumai Zul AS.

Setidaknya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Kota Dumai, Selasa (13/8/2019). "Tim dari KPK melakukan penggeledahan di 3 lokasi di Dumai. Diantaranya Kantor Dinas Kesehatan Kota Dumai, Kantor LPSE Kota Dumai, dan Rumah Dinas Walikota Dumai," kata Febri Diansyah selaku Juru Bicara KPK, Selasa sore.

Febri menuturkan, dari lokasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah dokumen terkait lelang proyek-proyek di Kota Dumai yang berasal dari alokasi dana perimbangan keuangan daerah.

Untuk diketahui, Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah atau Zul AS sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka oleh KPK pada awal Mei 2019 lalu. Penetapan tersangka Zul AS ini, merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada Rancangan APBN Perubahan Tahun 2018.

Zul AS diduga memberi uang sebesar Rp550 juta kepada mantan pegawai di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementrian Keuangan, Yaya Purnomo dan kawan-kawan. Uang itu untuk memuluskan urusan dana alokasi khusua Kota Dumai dalam APBN Perubahan Tahun 2017 dan APBN 2018. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru 


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus