Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

PLN dan DKP akan Data Keberadaan Lampu Jalan Pekanbaru

Rabu, 20 Februari 2013


PEKANBARU-PLN bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru akan segera mendata keberadaan lampu penerangan jalan umum yang dibuat masyarakat secara swadaya.

Kepala  Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pekanbaru, Syafril mengatakan, daya lampu jalan yang tercatat di PLN Cabang Pekanbaru mencapai 10.022.000 VA. Sayangnya, sampai sekarang belum ada pembatasan terhadap kapasitas arus tersebut. Sehingga banyak lampu jalan yang melebih dari ketentuan standar.

"Seperti kita ketahui, ruas jalan yang sudah memiliki meterisasi dari DKP untuk kabel atas saat ini 104 ruas jalan dengan jumlah 1.828 titik. Sedangkan untuk kabel bawah sebanyak 44 ruas jalan dengan 2.664 titik dan di luar itu merupakan lampu jalan yang sifatnya ilegal," paparnya.

Di sisi lain, meski lampu jalan di luar meterisasi ilegal, namun pihaknya tidak bisa melakukan pemutusan sepihak, karena warga telah membayar pajak setiap bulan kepada pemerintah melalui PLN. "Kita akan melakukan meterisasi untuk seluruh lampu jalan umum yang ada secara berangsur-angsur, sesuai ketersediaan anggaran yang dimiliki," kata Syafril

Sementara Kepala PLN Cabang Pekanbaru, Agus Suthjahjo menyatakan, banyaknya lampu jalan ilegal telah menimbulkan terjadinya kerugian bagi PLN. Karena arus yang dibayar DKP hanya yang dipakai dan tercatat di meteran. "Sedangkan kenyataanya, banyak masyarakat yang menggunakan lampu jalan di luar jalur. Sehingga untuk mengatasi lampu jalan illegal ini, PLN akan bekerjasama dengan DKP untuk melakukan pembenahan dengan sistem meterisasi," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, keberadaan lampu jalan umum yang telah terpasang banyak yang tidak berfungsi alias rusak. Pemasangan lampu penerangan yang dibuat sendiri oleh masyarakat dalam pembayaran lampu jalan yang dilakukan pemerintah masih terkendala. "Dimana pengembalian kepada Pemko Pekanbaru yang berlebih mencapai Rp4 miliar dari tagihan lampu jalan yang ada hanya sebesar Rp3,3 miliar oleh PLN, " papar Anggota DPRD Pekanbaru, Nofrizal.

Dikatakan, di daerah pinggiran masih banyak yang belum memiliki lampu jalan, karena anggaran pemerintah tidak mencukupi untuk pengadaan lampu jalan. Makanya masyarakat terpaksa membuat lampu penerangan sendiri, guna mengantisipasi hal yang tak diinginkan karena kondisi jalan yang gelap. "Kami meminta agar lampu yang dibuat masyarakat jangan diputuskan dengan alasan dinilai ilegal, tapi didata dan dilegalkan," kata Nofrizal, Selasa (19/2).

Selain itu, dirinya mengusulkan, untuk mengantisipasi pembengkakan tagihan listrik Pemko Pekanbaru, yang harus dilakukan adalah mengganti bola lampu yang ada sekarang dengan bola lampu hemat energi. (rip)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus