Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Polair Amankan 15 Ton Bawang Ilegal, Nahkoda dan 4 ABK

Rabu, 24 April 2013


BENGKALIS-Polisi perairan Polres Bengkalis, Selasa (23/4) berhasil mengamankan Kapal Motor Berdikari Jaya III yang berisi 15 ton bawang merah dan bawang bombay yang diduga tidak dilengkapi dokumen. Kapal ditangkap sekitar pukul 15.30 WIB ketika sedang berlayar di Selat Morong, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Selain mengamankan kapal dan bawang ilegal, polisi juga mengamankan nahkoda kapal berinisial Am alias Hen (40), warga Kota Dumai bersama empat anak buah kapal, yakni Ag, Sub, Ad dan Ris, warga Kecamatan Rupat.

Kapolres Bengkalis AKBP Ulung Sampurna Jaya didampingi Kasat Polair, AKP Angga Febrian Herlambang, Rabu (24/4) kepada wartawan mengatakan, kasus bawang yang diduga ilegal tersebut sudah beberapa kali diungkap. Kali ini, belasan ton bawang merah dan bombay asal Malaysia itu diamankan dari Pelabuhan Kuala Linggi dan sebelumnya sudah terendus petugas. Makanya, saat belayar di Selat Morong, Kecamatan Rupat, kapal tersebut langsung ditangkap.

“Bawang tersebut diamankan tepat di perairan Selat Morong, Kecamatan Rupat. Dimana kapal patroli Polair IV-1304 mengendus adanya kapal bermuatan bawang ilegal tanpa dokumen berlayar menuju salah satu pelabuhan di Dumai. Dalam perkara ini, nahkoda dan ABK melanggar tindak pidana pelayaran dan karantina,” kata AKP Angga Febrian Herlambang saat gelar perkara didampingi Kanit Gakkum Brigadir Teguh Rahmat di Mapolres Bengkalis.

Dikatakan, dalam perkara ini tersangka akan dijarat dengan UU Nomor 17/2008, Pasal 323 ayat 1 junto Pasal 219 ayat (1), dan Pasal 31 ayat (1) Junto Pasal 5, Pasal 6, Pasal 21 dan Pasal 25 UU RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

“Barang bukti bawang akan dimusnahkan, dan saat ini bawang bersama kapal diamankan sementara di Pos Polair untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tukasnya.

Sementara nahkoda, Ag alias Hen kepada wartawan mengaku, sudah tiga kali berahasil meloloskan bawang illegal tersebut. Dalam melaksanakan pekerjaan tersebut, pria kelahiran Selatpanjang itu mengaku diupah Rp500.000 satu trip. “Bawang itu mau dibawa ke Dumai. Saya hanya bertugas sebagai pembawa kapal, atas perintah Mansur pemilik dari bawang merah dan bombay yang dimuat dari pelabuhan Kuala Linggi-Malaka,” paparnya. (dal)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus