Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Polairud Polda Riau Gagalkan Upaya Penyeludupan 77.400 Bibit Baby Lobster

Jumat, 24 Mei 2019

Barang bukti dan tersangka diamankan polisi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Polairud Polda Riau berhasil menggagalkan upaya penyeludupan 77.400 bibit baby lobster (BL) ke Malaysia yang diangkut menggunakan kapal tanpa nama. 

Kepada wartawan di Kantor Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Pekanbaru, Direktur Polairud Polda Riau, Kombes Pol Badarudin mengatakan, ribuan bibit BL diangkut menggunakan kapal dan dikemas dalam plastik yang disusun dalam 15 box sterofom. 

"Ada 6 box berisi 27 bungkus plastik yang satu olastiknya kita perkirakan ada 200 ekor bibit. Kemudian ada 9 box berisi 25 bungkus plastik sama dengan 1 plastiknya berisi 200 ekor," ujarnya. 

Aksi itu terungkap saat petugas melakukan patroli di kawasan tersebut, Kamis (23/5/2019) sekitar pukul 14.00 Wib. Polisi kemudian memeriksa satu buah kapal tanpa nama dan akhirnya ditemukan bibit lobster tersebut. 

Selain barang bukti bibit BL, polisi turut mengamankan satu pelaku berinisial Am yang diketahui nalayan dan berdomisili di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis. 

"Dalam kapal itu ada dua orang, satu nahkoda yang kita amankan saat ini dan satu lagi adalah pemilik bibit BL yang diketahui berinisial MS. Namun, dia berhasil melarikan diri dengan melompat ke sungai," katanya. 

Menurut keterangan Am, bibit BL akan dimasukkan ke Malaysia. Sedangkan dugaan sementara, bibit ini berasal dari daerah Jawa tepatnya Banten. Sebab, terdapat koran banten dalam kemasan box tersebut. 

"Ini bisa bisnis perorangan atau sindikat. Saat ini kita terus lakukan pemeriksaan terhadap pelaku, meski dia hanya kurir. Memang Riau ini jalur perlintasan saja. Selain Jambi, Riau juga rawan terjadi penyelundupan ini," paparnya. 

Aksi penyelundupan ini telah melanggar Pasal 88 J0 Pasal 16 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan dan atau Pasal 31 ayat (1) Jo Pasal 9 Undang~undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, lkan dan Tumbuhan. 

Dimana ancaman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. Sementara itu, akibat aksi penyelundupan ini negara dirugikan Rp1,5 miliar. (*) 


 
 
 

Penulis: Febri Dianto
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Riauterkini


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus