Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Polda Kepri Gelar Operasi Ketupat Seligi 2018, Berikut Amanat Kapolri

Rabu, 06 Juni 2018

Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi membacakan amanat Kapolri. (Foto:Istimewa)

BATAM-Polda Kepulauan Riau bersama seluruh jajaran mulai 7-24 Juni besok melaksanakan Operasi Ketupat Seligi 2018 selama 18 hari ke depan. Para petugas akan melakukan pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1439 dengan sandi Operasi Ketupat Seligi.

Untuk menunjang keberhasilannya, Rabu (6/5/2018) pagi, Kapolda Irjen Pol Didid Widjanardi memimpin apel pasukan Operasi Ketupat Seligi 2018 di dataran Engku Putri, Batam Center, Batam. Apel akbar dihadiri Gubernur Nurdin Basirun, Ketua DPRD Jumaga Nadeak, Walikota Batam HM Rudi dan Wakapolda Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah.

Selain itu, hadir Irwasda Kombes Pol Heru Pranowo, Kabid Humas Kombes S. Erlangga dan sejumlah pejabat Utama Polda Kepri, Forkompinda. Pejabat Sipil dan TNI, Polresta Barelang dan ASN Pemko Batam.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam amanatnya yang dibacakan Kapolda saat memimpin apel menyebut, ini merupakan salah satu operasi kepolisian terpusat dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

"Operasi melibatkan 173.397 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda serta stakeholders terkait dan elemen masyarakat lainnya. Rencana operasi disusun melalui serangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Ramadniya pada tahun 2017 disertai analisa potensi gangguan kamtibmas di tahun 2018," kata Irjen Didid.

Sehingga pada pelaksanaan operasi tahun ini, setidaknya terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama. Potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, Pada tahun 2017 secara umum stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan. 

"Hal itu dapat diwujudkan berkat kerja sama dari semua instansi terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), maupun Satgas Pangan Polri," ujarnya.   

Dijelaskan, tahun  ini potensi permasalahan masih  berkisar pada masalah distribusi   pangan, upaya penimbunan oleh kelompok kartel/mafia pangan, maupun perilaku negatif pelaku usaha yang menaikkan harga di atas harga yang ditetapkan. Karena itu, diperlukan kerja sama dan langkah proaktif dari stakeholders terkait guna mengatasi hal ini.

"Potensi kerawanan kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arusbalik. Hasil survey jalan yang dilaksanakan oleh Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan,Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, maupun Dinas Jasa Marga, dan  Pertamina,  mendapati  sekurangnya  terdapat  enam  lokasi rawan  macet  pada  jalur  utama mudik lebaran," urai Didid.
 
Sehubungan dengan hal tersebut, Kapolri memberikan penekanan kepada seluruh personelterutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat. Berbagai strategi bertindak yang telah ditetapkan agar diikuti dengan baik. Optimalkan pelayanan pada 3.097 Pos Pengamanan, 1.112 Pos Pelayanan, 7 Pos Terpadu, dan 12 Pos Check Point yang tergelar selama penyelenggaraan operasi.

Kapolri berharap, seluruh Kasatwil dapat terus menerus berkoordinasi dengan Basarnas, BMKG dan pihak terkait dalam upaya mengantisipasi dan mewaspadai potensi bencana alam. Potensi kerawanan keempat adalah ancaman terorisme.(*)



Penulis: Indra H Piliang
Editor: Boy Surya Hamta  


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus