Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Polda Riau Periksa Tiga Anggota DPRD Rohil Soal Dugaan Tipikor Kegiatan Fiktif

Selasa, 09 Oktober 2018

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau memeriksa tiga anggota DPRD Rokan Hilir, terkait dugaan tindak pidana korupsi kegiatan fiktif. Ketiga legislator yang diperiksa berinisial Ru, Af dan JS.  

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto membenarkan pemanggilan dan pemeriksaan tiga legislator tersebut. "Benar. Sekarang masih diperiksa. Diperiksa terkait dugaan korupsi di DPRD Rohil," kata Sunarto, Selasa siang di Pekanbaru. 

Informasi yang diperoleh menyebut, pemeriksaan ketiga legislator tersebut dilakukan Subdirektorat Reskrimsus III Polda Riau. Dalam penanganan perkara tersebut, Polda Riau telah memeriksa 43 saksi. 

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Gidion Arif akhir September 2018 menjelaskan, dari 43 saksi yang diperiksa tersebut, sebagian besar berasal dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). "Mayoritas dari PPTK. Mereka staf-staf PNS yang merupakan penanggung jawab teknis kegiatan," katanya. 

Sementara itu, dari seluruh saksi yang diperiksa tersebut dia memastikan penyidiknya belum ada memeriksa anggota dewan sebagai saksi. Pemeriksaan baru sebatas PPTK dan pengguna anggaran serta bendahara pengeluaran.

Namun demikian, Gidion memastikan, pihaknya kemungkinan besar akan memeriksa legislator, seperti yang dilakukan hari ini. Kombes Pol Sunarto menambahkan, dari total 43 saksi yang diperiksa, 38 di antaranya berasal dari PPTK. Sementara lima lainnya pengguna anggaran dan bendahara pengeluaran periode 2017. 

Sunarto merincikan, dua saksi yang diperiksa masing-masing berinisial SA selaku pengguna anggaran periode Januari-Juni 2017, serta FR periode Juni-November 2017. Sementara itu turut diperiksa RJ, PS dan AS masing-masing selaku Bendahara Pengeluaran. "Ada 38 saksi selaku PPTK 2017. Mereka staf-stafnya Sekretariat Dewan," katanya. 

Sunarto menjelaskan, penyelidikan dan pemeriksaan puluhan saksi tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait temuan dugaan kegiatan fiktif di DPRD Rohil. Namun Sunarto tida menjelaskan secara rinci temuan laporan BPK tersebut. "BPK lebih berwenang memberikan pernyataan," ujarnya. 

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Rokan Hilir Suyadi SP mengaku tidak mengetahui adanya penyelidikan yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau tersebut. 

Dia juga mengaku belum mendapat informasi, maupun surat pemberitahuan dari penyidik. "Belum dapat kabar, belum ada juga panggilan, nantilah saya tanyakan," ulas Suyadi dihubungi melalui telepon selulernya. (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus