Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Polda Riau Tahan Pemilik Travel Umrah JPW Atas Dugaan Penipuan Ratusan Jamaah!

Jumat, 05 Januari 2018

Polisi menahan pemilik travel. (Foto: Ilustrasi)

PEKANBARU-Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menahan pemilik Travel Umrah Jo Pentha Wisata (JPW) berinisial MYJ, terkait dugaan penipuan terhadap ratusan jamaah yang tidak kunjung diberangkatkan umrah. Padahal, mereka sudah menyetorkan dana sesuai nominalnya.

Kepolisian memberi sinyal akan ada penambahan tersangka selain MYJ. Hal itu disampaikan Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Hadi Poerwanto, Jumat (5/1/2018) siang di Pekanbaru. "Ada penambahan tersangka baru, nanti kita sampaikan," kata  Komber Hadi.

Dikatakan, penambahan tersangka baru tentunya berdasarkan pada hasil penyidikan. "Ini sudah dilakukan penyidikan, memang ada beberapa yang akan ditetapkan, nanti kita sampaikan," tambah Kombes Hadi Poerwanto.

Sementara itu, ditahannya MYJ atas alasan untuk mempermudah dan mempercepat proses penyidikan aparat berwajib. Tersangka sudah ditahan sejak Kamis kemarin di Mapolda Riau. Setidaknya sampai sekarang, sudah ada 15 orang saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik.

"Saksi sekitar 15 orang kita mintai keterangannya, mereka dari masyarakat sebagai korban dan pihak travel. Untuk tersangka baru ini, mereka yang diduga berperan aktif dalam prosesnya, baik pendaftaran sampai pelaksanaan," ujar Kombes Hadi dikutip FokusRiau.Com dari goriau.

Sampai sekarang, ada sekitar 153 orang korban dugaan penipuan umrah yang telah melapor. Hitungan sementara kepolisian, kerugian atas kasus tersebut ditaksir Rp3,9 Miliar. Mencuatnya kasus itu setelah jamaah mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau untuk mengadukan perkara ini akhir bulan September 2017 lalu. Bahkan massa juga turut memboyong MYJ ke sana.

Mereka kesal, lantaran selama ini hanya diberi janji-janji, mulai dari pemberangkatan hingga pengembalian uang. Ratusan orang calon jemaah yang terdaftar diduga menjadi korban penipuan dalam kasus tersebut. (andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus