Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Polda Riau Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pipa Transmisi di Kabupaten Inhil

Sabtu, 20 Oktober 2018

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau akhirnya menahan tiga tersangka kasus korupsi pipa transmisi Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (19/10/2018). Sementara satu tersangka lainnya belum ditahan, karena mangkir dari panggilan.

"Tiga tersangka korupsi pipa transmisi ditahan, satu lagi mangkir dipanggil dan tidak datang," ujar Direktur Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Gidion Arif Setiawan kepada wartawan.

Disebutkan, penahanan dilakukan supaya pelaku tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti serta mempermudah proses hukum dalam kasus yang merugikan negara Rp 1 miliar tersebut.

"Kita melakukan penahanan untuk pengamanan yang bersangkutan sampai proses tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan," kata Gidion.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, ketiga tersangka yang ditahan adalah Direktur PT PR berinisial SS dan EM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Sy yang merupakan konsultan pengawas.

Sebelum ditahan, ketiganya menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu di RS Bhayangkara Polda Riau. Sedangkan satu tersangka lainnya, tidak datang alias mangkir dari pemanggilan. Dia diketahui berinisial HA.

Menurut Gidion, HA akan dijemput paksa penyidik Ditreskrimsus jika tidak datang untuk menyerahkan diri dan diperiksa sebagai tersangka. "Iya, dijemput paksa," kata Gidion.

Sementara untuk Wakil Bupati Bengkalis Muhammad yang telah diperiksa penyidik kini masih berstatus saksi. Padahal, Muhammad merupakan atasan dari EM. Muhammad sendiri telah diperiksa sebagai saksi sebanyak dua kali untuk didalami dugaan keterlibatannya.

"Iya, benar Wabup Bengkalis diperiksa sebagai saksi. Dia datang memenuhi panggilan penyidik, karena keterangannya dibutuhkan," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Kamis kemarin.

Sunarto menyebutkan, Muhammad diperiksa di gedung Ditreskrimsus Polda Riau sejak pagi hingga siang hari. Status Muhammad masih sebagai saksi, karena dalam kasus ini ketika itu ia menjabat sebagai Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau. "Keterangan Muhammad sebagai Kabid di Dinas PU Riau saat kasus ini terjadi," kata Sunarto.

Awal September 2018 lalu, Muhammad telah diperiksa polisi. Nama Muhammad terus dikaitkan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pipa transmisi PDAM di Kabupaten Indragiri Hilir karena jabatannya sebagai Kepala Bidang.

Polda Riau terkesan kurang terbuka dalam penanganan kasus korupsi itu. Perkembangan kasus itu diketahui dari beberapa Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikirim penyidik ke Kejaksaan Tinggi Riau.

Terakhir, Kejati Riau menerima SPDP pada bulan Agustus lalu. Dan penetapan tersangka juga baru diketahui awak media dari pihak Kejaksaan. Polda Riau tak mengumumkan penetapan tersebut.

Kendati telah berulang kali mengirim SPDP, Polda Riau juga tak kunjung menyebut pihak yang terlibat atau tersangka dalam penanganan kasus tersebut. Polda Riau telah menetapkan empat tersangka dalam perkara itu. Di antaranya adalah pihak kontraktor inisial HA dan konsultan pengawas berinisial SY.

Selain itu, dua orang lagi yang sudah ditetapkan sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Mereka berdua yakni Sabar Stevanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, dan Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). (*)
 
 
 
 
 
 
Editor: Boy Surya Hamta 
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus