Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Polda Riau Telusuri Lima Perusahaan Berikut, Lahannya Diduga Terbakar

Sabtu, 03 Agustus 2019

Pemadaman karhutla di Riau. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Satgas Karhutla Riau telah menegur lima perusahaan, karena lokasi di sekitar konsesinya terbakar. Surat peringatan sudah ditembuskan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau selalu Satgas Gakkum Karhutla supaya diusut.

Polda Riau sudah menindaklanjuti surat Satgas Karhutla Riau itu dengan turun ke lokasi. Polres tempat perusahaan itu beroperasi juga diminta melakukan olah tempat kejadian perkara.

"SOP-nya begitu, melihat fakta hukumnya seperti apa, harus penyelidikan ke lapangan," sebut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, Rabu siang.

Berdasarkan surat Satgas Karhutla Riau, lahan di sekitar konsesi lima perusahaan memang ada titik api. Hal itu berdasarkan pantauan Satgas Udara yang melakukan pemadaman dengan helikopter water bombing.

"Ini menjadi asisten khusus, masih nunggu polres juga, kalau memang benar perusahaan langsung kami ambil alih," kata mantan Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya tersebut.

Dikatakan, ada kesepakatan antara Satgas Karhutla Riau dengan perusahaan terkait kebakaran lahan. Salah satunya kebakaran dengan jarak maksimal lima kilometer dari batas konsesi masih tanggungjawab perusahaan.

Tidak hanya mencegah adanya titik api, perusahaan melalui komitmen bersama itu punya tanggungjawab sosial dan moral memadamkan api. Pemadaman tidak perlu menunggu bantuan dari Satgas Karhutla Riau. "Berada di lima kilometer batas konsesi, harus ada kepedulian perusahaan," ujar Gidion.

Dipanggil Gubernur
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edward Sanger menyatakan, lima perusahaan itu akan dipanggil Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution. Hanya saja, Edward belum bisa memastikan kapan pemanggilan dilakukan. 

Pihaknya menyerahkan penegakan hukum sepenuhnya ke Polda Riau yang tengah berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan Riau. "Kan alamat perusahaan itu ada di dinas perkebunan, biar Gakkum yang memastikan apakah kebakaran itu ada di perusahaan," sebut Edward.

Sebelumnya, Satgas Karhutla menyurati Gubernur Riau Syamsuar terkait lima perusahaan karena sekitar areal konsesinya terbakar. Nama lima perusahaan ini diungkapkan dalam rapat evaluasi Satgas Karhutla Riau.

Kelima perusahaan itu adalah PT Priatama Rupat (Surya Dumai Group), PT Jatim Jaya Perkasa Teluk Bano II, PT Wahana Sawit Subur Indah (WSSI), PT Seraya Sumber Lestari Siak dan PT Langgam Inti Hibrindo di Pelalawan.

Terkait WSSI, Gidion menyatakan perusahaan sawit itu pernah diproses dan diseret ke pengadilan. Kasus WSSI diusut tahun 2017 dan sudah berkekuatan hukum tetap. "Kalau yang tahun ini, lokasi (terbakar) beda, bukan lokasi tahun 2017," urai Gidion.

Dikatakan, lokasi yang terbakar tahun ini juga tengah berkonflik dengan masyarakat setempat. Masyarakat menanam sawit di areal hak guna usaha milik PT WSSI. "Itu di dalam konsesi, berapa luas yang terbakar saya belum liat datanya," tukasnya. (*)



 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Liputan6.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus