Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Polda Riau Tengah Memperoses Hukum 26 Tersangka Perkara Karhutla

Rabu, 07 Agustus 2019

Kombes Pol Sunarto. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Polda Riau tengah memproses 26 tersangka dari 26 perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sepanjang 2019. Dimana akibat perbuatan tersangka, sekitar 210,655 hektare lahan hangus terbakar.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menjelaskan, 26 tersangka berada di seluruh jajaran Polda Riau. "Ada 26 kasus, 1 kasus sudah P21, 11 kasus dalam sidik, tahap I ada 1 kasus dan tahap II ada 13 kasus," ujarnya, siang tadi.

Tersangka pelaku karhutla tersebut ditangani Polres Indrigiri Hilir 1 tersangka dengan 40 hektare lahan, 2 tersangka ditangani Polres Indragiri Huludengan 4 hentare, 2 tersangka dan 35,9 hektare ditangani Polres Pelalawan, 3 tersangka dengan 7 hektare ditangani Polres Rokan Hilir.

Selanjutnya, Polres Bengkalis menangani 3 orang tersangka dengan luasan lahan terbakar paking luas di bandingkan wilayah lain. Yakni mencapai 100,75 hektare. Polres Siak dengan 1 tersangka dengan luas lahan hanya sekitar 2 hektare.

Untuk tersangka terbanyak ditangani oleh Polres Dumai yakni sebanyak 5 orang tersangka. Sedangkan untuk luas lahan hanya sekitar 12,5 hektare. Untuk Polres Meranti menangani 2 orang tersangka dengan luas lahan mencapai 3,2 hektare. Selanjutnya, Polres Kampar 1 orang dengan luas lahan 1 hektare.

Bukan hanya itu, Polres Kuantan Singingi menangani 3 orang tersangka dengan luas lahan sebanyak 2 hektare. Sementara Polresta Pekanbaru menangani 3 orang tersangka dengan luas lahan mencapai 1,26 hektare.

Diketahui 26 tersangka ini merupakan dari pihak perorangan bukan dari perusahaan. Meski sebelumnya, Satgas Karhutla telah melaporkan kepada Gubernur Syamsuar ada lima perusahaan yang lalai menjaga wilayah konsesinya. 

Perusahaan dimaksud adalah PT Jatim Jaya Perkasa Teluk Bano II,PT Wahana Sawit Subur Indah Siak, PT Priatama Rupat (Surya Dumai Group), PT Seraya Sumber Lestari Siak dan PT Langgam Inti Hibrindo. Namun sejauh ini belum ada tersangka dari perusahaan. (*)




Editor: Evi Endri
Sumber: Riauterkini


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus