Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Polda Riau Tetapkan 26 Petani Sebagai Tersangka Pembakar Lahan, Korporasi Masih Aman

Kamis, 08 Agustus 2019

Karhutla di Riau. (Foto: Merdeka.com)

PEKANBARU-Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menangkap 26 petani di sejumlah daerah di Riau. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka pembakaran hutan dan lahan. Mereka diduga membakar lahan seluas 210,655 hektare.

"Dari 26 perkara itu, 1 perkara berkasnya sudah lengkap atau P21, 11 perkara dalam proses penyidikan, lalu ada 1 perkara masih tahap I, sementara yang sudah tahap II ada 13 berkas perkara," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Rabu kemarin.

Para tersangka ditangani di berbagai polres. Polres Indrigiri Hilir menangani 1 tersangka yang menyebabkan kebakaran lahan seluas 40 hektare. Polres Indragiri Hulu dengan 2 tersangka diduga membakar lahan 4 hektare, Polres Pelalawan dua tersangka yang diduga membakar 35,9 hektare.

Kemudian, Polres Rokan Hilir menangkap 3 tersangka diduga membakar lahan 7 hektare. Polres Bengkalis menangkap tiga tersangka dengan luasan lahan terbakar paling luas yakni mencapai 100,75 hektare. 

Polres Siak dengan satu tersangka diduga membakar lahan sekitar 2 hektare. Polres Dumai paling banyak, yakni lima orang tersangka dengan luas lahan hanya sekitar 12,5 hektare. Polres Meranti menangani dua orang tersangka dengan luas lahan terbakar mencapai 3,2 hektare. Polres Kampar 1 tersangka dengan luas lahan 1 hektare.

Lalu Polres Kuantan Singingi menangkap tiga tersangka dengan luas lahan sebanyak 2 hektare. Sedangkan untuk Polresta Pekanbaru menciduk tiga tersangka dengan luas lahan terbakar mencapai 1,26 hektare.

"Para tersangka ini merupakan dari pihak perorangan. Kalau korporasi masih dalam proses penyelidikan," kata Sunarto.

Sebelumnya, Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) telah melaporkan kepada Gubernur Riau Syamsuar ada 5 perusahaan yang lalai menjaga wilayah konsesinya, sehingga terjadi kebakaran lahan.

Perusahaan dimaksud adalah PT Jatim Jaya Perkasa Teluk Bano II, PT Wahana Sawit Subur Indah Siak, PT Priatama Rupat (Surya Dumai Group), PT Seraya Sumber Lestari Siak dan PT Langgam Inti Hibrindo. (*)






Editor: Evi Endri
Sumber: Merdeka


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus