Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Polemik Lelang Proyek RS Perawang Bernilai Rp10 Miliar, Kabag Hukum: Sudah Sesuai Prosedur

Rabu, 03 Oktober 2018

Pembangunan RS Perawang sudah dimulai. (Foto:Dok. FokusRiau.Com)

SIAK-Polemik lelang pembangunan RS tipe D di Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak bernilai Rp10 miliar terus bergulir. Tak hanya Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Siak, masalah tersebut juga sudah melibatkan tim Inspektorat dan Bagian Hukum Setdakab Siak.

Kabag Hukum Setdakab Siak Jon Efendi mengaku, dirinya ikut dilibatkan untuk menyelesaikan persoalan proses lelang RS Perawang. Informasi yang diperolehnya dari ULP dan Dinas Kesehatan Siak, keputusan mereka menunjuk PT Bunda dan membatalkan PT Kholil and Brothers sudah sesuai prosedur.

"Ya, saya dan Inspektorat juga ikut mendampingi TP4D Kejari Siak saat mendengarkan keterangan ULP dan Dinas Kesehatan terkait proses lelang RS Perawang. Dari keterangan mereka, proses lelang sudah sesuai prosedur. Jadi tak ada masalah," kata Jon kepada FokusRiau.com, Rabu (3/10/2018).

Sebelumnya, Ketua TP4D Kejari Siak Agung Setiadi mengatakan, pihaknya terus mengumpulkan data guna menyelesaikan polemik lelang pembangunan RS Perawang. Selain mendengarkan keterangan dari Unit Layanan Pelelangan (ULP) Siak dan Penguna Anggaran (PA) yakni Dinas Kesehatan Siak, TP4D juga mengumpulkan semua data yang berhubungan dengan proses lelang tersebut.

"Seharusnya minggu ini kita agendakan untuk mendengar keterangan dari PT Kholil and Brothers dan PT Bunda. Tapi karena saat bersamaan tim BPK RI perwakilan Riau datang ke Siak guna melakukan audit internal, maka jadwalnya diundur hingga minggu depan," ujar Agung.

Kasi Intel Kejari Siak ini belum bisa menyimpulkan apakah keputusan Dinas Kesehatan menolak rekomendasi ULP yang menetapkan PT Kholil and Brothers sebagai pemenang dengan penawaran Rp 8,8 miliar, merupakan hal yang bertentangan dengan hukum.

Begitu juga dengan kebijakan Dinas Kesehatan menunjuk PT Bunda dengan penawaran Rp 9,5 miliar merupakan hal yang dibenarkan?

"Sejauh ini, TP4D sebatas pendamping. Berupaya mencari solusi untuk menyelesaikan polemik ini. Jika ada indikasi kerugian negara, tentu akan kita lanjutkan pada tingkat penyidikan," jelasnya.

"Masalah ini menjadi perhatian khusus kita, makanya diprioritaskan agar segera selesai. Kalau keterangan dari PT Kholil dan PT Bunda sudah kita dengar, mudah-mudahan ada solusi untuk menyelesaikan polemik ini," tambahnya.

Seperti diberitakan FokusRiau.com, polemik lelang ini berawal ketika ULP Siak menetapkan PT Kholil and Brothers sebagai pemenang proyek RS Perawang dengan penawaran Rp 8,8 miliar. Saat masa sanggah, tak ada keberatan yang disampaikan perusahaan lain yang ikut lelang. 

Persoalan muncul saat ULP menyerahkan hasil lelang ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), yakni Dinas Kesehatan Siak. KPA tak mau menerima PT Kholil and Brothers dengan alasan ada dokumen perusahaan yang tak lengkap. Sehingga, Dinas Kesehatan menunjuk PT Bunda yang merupakan cadangan pertama dengan nilai penawaran Rp 9,5 miliar lebih.

"Informasi yang kita terima, sejauh ini proses pekerjaan terus jalan. Bahkan, anggaran yang bersumber dari APBD Siak 2018 sudah dicairkan untuk tahap awal sebesar Rp 1,8 miliar ke PT Bunda," tukasnya. (*)
 
 
 
 
 
 
Penulis: Satria Donald
Editor: Boy Surya Hamta 


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus