Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Polisi Keluarkan 1.460 Teguran Hari Kedua PSBB di Pekanbaru, Masih Melanggar Disanksi

Minggu, 19 April 2020

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (14/2020) memasuki hari kedua. Kapolda Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyebut, pada hari kedua petugas mengeluarkan 1.460 teguran kepada masyarakat yang belum memakai masker.

Teguran terkait pembatasan tempat usaha yang masih buka diberikan kepada 60 tempat usaha. "Kita lakukan upaya mengingatkan kembali, supaya masyarakat tetap di rumah. Untuk yang berada di luar rumah dengan tujuan tidak jelas ada teguran 1.940 orang. Ini hasil evaluasi memasuki hari kedua PSBB di Pekanbaru," ujar Kapolda, Sabtu sore.

Agung Setya Imam Effendi menambahkan, dalam Perwako Nomor 74 Tahun 2020 yang mengatur soal PSBB, tentang aspek penegakan hukum terhadap pelanggaran, pelanggar akan diberi sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Tentu ini akan kita kaitkan nantinya terhadap peraturan perundang-undangan yang ada, baik itu KUHP maupun peraturan perundang-undangan yang lain. Kita tahu bahwa masyarakat yang tidak mematuhi perintah atau pun imbauan petugas yang sedang menjalankan tugas, itu adalah suatu hal yang bisa diberikan sanksi," urainya.

Dikatakan, penegakan hukum atau pemberian sanksi adalah ultimum remedium atau upaya terakhir setelah dilakukan imbauan, teguran dan sebagainya.

Dalam rangka PSBB di Pekanbaru juga didirikan pos check point. Ada dua tipe untuk pos ini. Tipe pertama adalah check point yang didirikan di daerah perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kota atau Kabupaten yang lain. Untuk tipe ini ada 5 pos check point.

Selain itu, ada pula 10 check point yang lain yang juga didirikan di tempat-tempat yang dianggap zona merah. Kapolda menegaskan, sejak awal, tim dan instansi yang terlibat, sudah melakukan koordinasi, baik di tingkat Kota Pekanbaru maupun Provinsi.

Koordinasi meliputi tentang bagaimana pelaksanaan PSBB di Pekanbaru , koordinir petugas yang bertugas, dan antisipasi dampak dari pelaksanaan PSBB itu sendiri.

"Pelakaanaan di lapangan, petugas kami bersama TNI, Dishub, Satpol PP, Diskes, dan yang lain, melaksanakan penanganan atau pelaksanaan PSBB. Dengan berada di pos check point maupun melakukan hunting system, untuk mengajak masyarakat mematuhi Peraturan Walikota terkait pelaksanaan PSBB di Pekanbaru ," ulas Agung.

Disebutkan, pihaknya juga mendapat arahan dari Kapolri Jenderal Idham Azis, untuk memastikan supaya distribusi logistik dan bahan pokok, tidak boleh ada yang sampai terganggu

"Langkah kita adalah melakukan pengawalan di beberapa tempat untuk memastikan bahan pokok sampai ke gudang-gudang penyaluran maupun pasar. Sehingga ketersediaan bahan pokok terjamin dengan baik. Sejauh ini belum ada sampai terjadi kekosongan atau pun kelonjakan harga. Ini kita pertahankan ke depan," tuturnya.

Dikatakan, Polda Riau sudah membantu melakukan pendataan ditingkat kelurahan. Dimana pemko akan memberikan bantuan langsung terhadap para warganya yang terdampak kebijakan PSBB di Pekanbaru .

Polda Riau bersama jajaran TNI, juga sudah mendirikan dapur umum, dalam hal menyediakan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan. "Kita juga beri bantuan sembako kepada keluarga-keluarga yang terdampak secara langsung terkait pelaksanaan PSBB ini," ujarnya.

Disinggung soal keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya PSBB, mantan Deputi Bidang Intelijen Siber BIN ini, jajarannya sudah membagi tugas masing-masing.

Kata Agung, pihaknya sudah menyiagakan sekitar 1.600 petugas untuk pelaksanaan pengamanan PSBB di Pekanbaru. Sebanyak 450 personel diantaranya, standby di Polda Riau untuk sewaktu-waktu didorong untuk membantu Polresta Pekanbaru.

"Kita juga melakukan hal-hal yang kongkrit, dalam pelaksaan PSBB, agar pelaksanaannya tepat. Maka kita bekali petugas semacam buku saku panduan PSBB di Pekanbaru. Di sana dijelaskan apa yang harus dilakukan petugas di lapangan," terangnya.

"Supaya nantinya bisa mudah berkoordinasi, kemudian melaksanakan tugas-tugas yang terkait dengan pengamanan. Situasi keamanan saat ini belum ada yang menonjol yang kemudian terjadi di Kota Pekanbaru," tukasnya. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus