Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Polisi Tembak Mati Kurir Narkoba di Pekanbaru, Begini Kronologisnya!

Jumat, 10 Januari 2020

Kepolisian memberikan keterangan pers. (Foto:Merdeka.com)

PEKANBARU-Seorang kurir narkoba di Pekanbaru, Riau tewas setelah timah panas polisi menembus tubuhnya. Sementara tersangka lainnya berinisial A masih bisa menghirup udara segar, karena tidak melakukan perlawanan saat ditangkap.

Bersama sang kurir berinisial S, polisi turut menyita barang bukti berupa 10 kilogram sabu. "Tersangkanya ada dua. A dan S. Mereka ditangkap di Tenayan Raya, Pekanbaru," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Suhirman, Kamis (9/1/2019).

Awalnya, polisi memperoleh informasi ada dua orang berangkat ke Kota Dumai, sehari sebelum penangkapan. Dua pelaku akan membawa sabu dari Pelintung menuju Medan, Sumatera Utara.

Polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengikuti gerak-gerik kedua tersangka dari Dumai ke Tenayan Raya, Pekanbaru. Ketika ditangkap, pelaku A yang berada di atas sepeda motor dan S menghubungi orang yang mengambil barang.

"S bertugas sebagai pengendali. Sementara A adalah orang yang ditugaskan membawa sepeda motor dan barang bukti sabu," kata Suhirman.

Penangkapan tersangka bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, Kamis (26/12/2019). Namun ketika polisi mau mengamankan A ditangkap, S malah melarikan diri sambil membawa sebagian barang bukti narkoba.

Polisi langsung memperingatkannya, tapi tak dihiraukan. Alhasil, dia ditembak, tapi saat itu belum mati. "Keduanya berhasil ditangkap. A langsung kami bawa untuk penyidikan lebih lanjut. Sementara S dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan," ulas Suhirman.

Dari tangan kedua tersangka disita 10 kg sabu yang dikemas dalam 10 kantong. Polisi juga menemukan paket sabu kecil di kantor S masing-masing seberat 6,8 gram dan 22,78 gram. Setelah menjalani perawatan beberapa hari, nyawa S tidak dapat tertolong. Minggu (5/1/2020) kemarin, tersangka meninggal dunia.

"Dari penyidikan, A mengaku dibawa oleh S. Pengendali utama adalah tersangka yang ditembak itu," tambah Suhirman.

Bahkan A mengaku sudah tiga kali membawa sabu dari Pelintung, Kota Dumai. Pertama dan kedua dibawa ke Medan dan yang ketiga di Pekanbaru. "Untuk sekali membawa barang haram itu dia mendapat upah Rp 25 juta," terang Suhirman.

Akhirnya, seluruh barang bukti 10 kg sabu itu dimusnahkan. Sabu dicampur dengan cairan pembersih dan dibuang. "Hari ini sama-sama kita musnahkan agar meminimalisir penyalahgunaan narkoba," ujar Suhirman. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus