Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pemkab Rohil

Polres Rohil Uraikan Bahaya dan Pengaruh Buruk Narkoba Bagi Penggunanya

Kamis, 22 November 2018

Polres Rohil sosialisasikan bahaya narkoba. (Foto:Joni/FokusRiau.Com)

ROKAN HILIR-Untuk menghindari tindak penyalahgunaan narkoba, Satuan Narkoba Polres Rohil menggelar sosialisasi di Hotel Armarosa Bagansiapi-api, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (22/11/2018).

Sosialisasi digagas Satuan Narkoba Polres Rohil bersama instansi terkait dengan narasumber Kasat Resnarkoba AKP Herman Pelani dan dihadiri Wakil Bupati Jamiludin, Kajari diWakili Antonius Haro dan para tokoh.

AKP Herman Pelani mengatakan, narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat-obatan Berbahaya. Secara etimologi, Narkoba berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti “kelenger” atau hal yang bisa membuat seseorang tidak sadarkan diri (flay).

"Sedangkan menurut UU Nomor 35 tahun 2009, narkoba adalah sejenis zat atau obat yang berasal dari tanamam atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan," urainya.

Narkoba terdiri dari heroin, ganja dan sabu-sabu. Heroin adalah sejenis opioid alkalaoid yang memiliki bentuk seperti kristal putih. Heroin memiliki efek samping bagi penggunanya yaitu dapat menimbulkan halusinasi yang berlebihan.

"Kalau ganja adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun tanaman ini lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada biji buahnya. Zat ini dinamakan dengan tetrahidrokanabinol yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia yang berlebihan," paparnya.

Sedangkan sabu adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik yang memliki efek samping bagi penggunanya, seperti hiperaktif, pupil melebar, kegelisahan, mulut kering, dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Setelah itu, zat halusinogen. Zat ini dapat mengakibatkan penggunanya berhalusinasi dengan melihat hal/benda yang tidak ada menjadi ada contohnya adalah kokain. Sementara zat depresan adalah zat yang dapat menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai akan merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tak sadarkan diri. Sedangkan zat adiktif ialah zat yang dapat membuat penggunanya menjadi kencanduan.

"Melihat kandungan yang terdapat di dalam narkoba, itu sangat membahayakan apabila digunakan secara berlebihan. Selain syaraf-syaraf di dalam otak rusak, hal itu dapat membuat dehidrasi, hipotensi, hipertensi, kejang-kejang, serangan jantung, stroke, dan bahkan dapat membuat penggunanya kehilangan nyawa," ucapnya.

Akibat buruk lainnya bagi keadaan fisik pemakai narkoba adalah kehidupan sosial rusak. Pribadi sang pemakai juga menjadi malas, susah bergaul, hyperaktif, kegelisahan yang berlebih dan akan dijauhi masyarakat.

"Agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba setiap individu harus meningkatkan iman kepada Allah SWT, pelajari tentang bahaya narkoba, sibukan diri dengan hal-hal positif, pilih kegiatan yang bisa menguntungkan dan merugikan diri sendiri. Terakhir kita harus bisa menempatkan diri kita kedalam lingkungan yang baik dan jauh dari narkoba," ungkapnya. (*)






Penulis: Joni Saputra
Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Selasa, 17 September 2019 - 20:10:50 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 17:23:19 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 17:04:32 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 15:42:31 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 12:38:08 WIB


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus