Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Potensi Kerang Melimpah, Pemkab Rohil Gesa Program Pengalengan

Selasa, 04 Desember 2018

Bupati Suyatno mendukung nelayan mengembangkan budidaya kerang. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

ROKAN HILIR-Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terus menggesa program budidaya kerang di daerah pesisir. Sebab, kerang yang melimpah ruah di Rohil telah masuk dalam program badan penelitian serta pengembangan kelautan dan perikanan (Balitbang) Republik Indonesia.

Potensi budidaya kerang yang ada di daerah perairan Rohil sangat menggiurkan, untuk merancang sebuah program pengalengan kerang yang sekarang di gesa Pemkab Rokan Hilir melalui Dinas Perikanan dan Kelautan.

Beberapa kecamatan pada daerah pesisir Rohil, seperti Bangko, Pasir Limau Kapas (Palika), Kecamatan Kubu dan Kecamatan Sinaboi berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan negara tetangga Malaysia menjadi potensi besar pengembangan kerang.

Karena itu, Bupati Suyatno dan pemerintah daerah sangat mendukung adanya program budidaya pengalengan kerang, seperti Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) dan Sinaboi yang telah masuk dalam buku Balitbang. Makanya, bupati memberikan intruksi kepada Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Rohil untuk memprioritaskan budidaya kerang di dua kecamatan tersebut.

“Dari hasil penelitian yang dilakukan tim balitbang beberapa waktu lalu, kerang yang ada didua kecamatan ini memiliki kandungan logam yang sangat rendah dan aman dikonsumsi,“ ujar Suyatno.

Selain sebagai menjadi masukan bagi pendapatan bagi daerah, program tersebut bisa menggurangi angka pengangguran daerah dengan memperkerjakan putra-putri daerah yang mau di latih dan dididik dalam menunjang perekonomian masyarakat.
 
 
Bupati Suyatno mengunjungi tambak masyarakat dalam upaya mengembangkan budidaya pengalengan kerang di Rohil. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 
 
Program budidaya ini telah dilaksanakan pemkab Rohil sejak tahun 2003. Hanya saja masyarakat lebih banyak mengumpulkan bibit kerang dan dijual kepenampung di negara Malaysia.

Selaku Bupati, Suyatno melalui Dinas Perikanan dan Kelautan masih menunggu hasil dari Balitbang terkait kelayakan kerang tersebut apakah kerang tersebut sudah layak untuk diolah menjadi pengalengan kerang apa belum.

Namun sejauh itu, dia berkeyakinan, kerang-kerang yang ada di pesisir pantai sangat aman untuk dikonsumsi, karena kandungan logamnya rendah. “Jika budidaya kerang ini kita galakkan dengan maksimal makasangat diyakini perekonomian masyarakat yang ada dipesisir akan tumbuhmaju dan meningkat,” katanya.

Untuk teknologi budidaya kerang sendiri, saat ini petani tambak kerang masih melakukan cara tradisional dengan memnfaatkan pasang surutair laut dan mengumpulkan bibit kerang dengan cara melakukan sistem pengerukan perairan sedalam lebih kurang 3 sampai 5 centi meter (CM)dengan mengunaan keranjang.

Potensi Kerang Berkualitas
Tiga kecamatan yang terletak di wilayah pesisir dinilai memiliki potensi bahan baku yang berkualitas dalam melaksanakan pembibitan dan budidaya kerang baik jenis kerang batu maupun jenis kerang bulu (kerang ukuran besar). Agar peluang itu bisa terwujud, Dinas Perikanan dan Kelautan tengah melakukan pembinaan kepada petani kerang dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan.

Plt Sekdakab Rohil Surya Arfan Msi menuturkan, selama ini Pemkab sering mendengar ada pengalengan ikan disejumlah daerah ditanah air. Namun untuk pengalengan kerang belum pernah kita dengar.

“Sesuai dengan potensi yang ada dan kita miliki sekarang ini, juga dengan didukung oleh bahan baku yang cukup dari sektor pembibitan dan budidaya kerang ini, maka tidak ada salahnya kita mencoba melakukan pengalengan kerang, dan ini sangat berpotensi baik untuk kedepannya,” urainya.

Sejauh ini, Surya menilai, nelayan sebagian besar hanya berfokus dengan menangkap ikan dan menjual ikan mau pun kerang tampa ada terpikirkan dalam melakukan budidaya kerang ini. Untuk itu, melalui Dinasterkait kita akan terus melakukan pembinan kepada para nelayan khususnya nelayan pesisir seperti dikecamatan Bangko, Palika dan Sinaboi.

Namun untuk tahap awal, Pemerintah akan melakukan pembinaan dengan membuat semacam industri kecil-kecilan dengan bahan dasar ikan dankerans, seperti keripik udang, ikan dan kerang. dan jika Sumber DayaManusia (SDM) sudah mencukupi, barulah kita usahakan untuk mencarikan investor dalam meningkatkan industri tersebut dengan membuat pabrik,tungkasnya.(advertorial/humas protokol)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus