Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Presiden Jokowi Serahkan Dokumen DIPA 2018 ke Gubri Sebesar Rp21,918 Triliun

Kamis, 07 Desember 2017

Gubernur menerima dokumen DIPA dari presiden didampingi Wapres. (Foto:Rtc)

PEKANBARU-Presiden Jokowi menyerahkan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2018 kepada Gubernur Arsyadjuliandi Rachman di Istana Bogor. Penyerahan DIPA diterima Gubernur bersama para kepala daerah lainnya, Rabu kemarin.

DIPA yang diperoleh Riau sebesar Rp21.918 triliun atau naik 2,51 persen dibandingkan 2017 yang hanya Rp21.382 triliun. Gubernur menyatakan, kenaikan tersebut akan dimanfaatkan Pemprov Riau dan kabupaten/kota untuk pembangunan segala bidang, baik pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan penunjang pembangunan lainnya.

"DIPA kita mengalami kenaikan dibanding 2017. Ini tentu kita manfaatkan untuk pembangunan di Riau," kata Gubernur yang akrab disapa Andi Rachman tersebut.

Selain itu, dari DIPA yang telah didapat tersebut, khususnya alokasi dana belanja yang didapat Pempriv Riau juga diantaranya diperuntukan untuk menyelesaikan kegiatan yang tertunda, terutama pembangunan fisik termasuk membayar hutang-hutang. Karena itu, nantinya pembangunan yang bersumber dari anggaran 2018 nanti harus bisa disegerakan. 

Hal ini tentu, tidak hanya dalam rangka membangun saja, tapi juga bagaimana roda perekonomian di masyarakat juga berjalan normal. "Sesuai arahan presiden, semua berperan aktif dan segera melaksanakan APBN dan APBD, secara cepat, transparan, dan akuntable. Ini sangat diperlukan dalam mengelola anggaran," ujar Andi dikutip fokusriau.com dari riauterkini. 

Berikut rincian alokasi dana transfer daerah dari pusat:
1. DAK (Dana Alokasi Khusus) mengalami peningkatan dari Rp4.188.338.463.000 (2017) menjadi Rp4.344.731.462.000 (2018) atau sebesar 3,73 persen.

2. Dana Alokasi Umum (DAU) mengalami peningkatan dari Rp8.228.117.816.000 (2017) menjadi Rp8.417.436.573.000 (2018) atau mengalami peningkatan sebesar 2,30 persen.

3. Dana Bagi Hasil (DAU) pajak mengalami peningkatan dari Rp3.898.226.302.000 (2017) meningkat menjadi Rp4.006.591.098.000 (2018) atau mengalami peningkatan sebesar 2,78 persen. 4.Dana Insentif Daerah mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari Rp. 22.500.000.000, (2017) mengalami peningkatan sebesar Rp154.000.000.000 atau mengalami peningkatan sebesar 584,44 persen.

Sementara Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam (SDA) mengalami sedikit penurunan dari Rp3.775.551.680.000 pada 2017 menurun menjadi Rp3.741.067.317.000 pada 2018 atau mengalami penurunan sebesar 0,91 persen.

Kemudian Dana Desa juga mengalami penurunan dari Rp. 1.269.305.925.000 menurun menjadi Rp.1.254.688.851.000 atau mengalami penurunan sebesar 1,15 persen. Sedangkan untuk kategori Kabupaten dan Kota, Bengkalis penerima DIPA terbesar yakni Rp2.956.889.765 dan Kota Dumai terkecil sebesar Rp817.169.761. 

Sedangkan daerah lain, Indragiri hilir Rp1.502.466.453. Indragiri Hulu Rp1.216.973.969. Kemudian Kampar 1.829.001.338. Kuantan Singingi Rp1.160.713.869. Pelalawan Rp1.164.006.772. Rokan Hilir Rp1.416.804.633. Rokan Hulu Rp1.234.971.833. Siak Rp1.488.583.903. Dumai Rp817.169.761. Pekanbaru Rp1.333.973.648. Kepulauan Meranti Rp896.786.633. (andi affandi) 


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus