Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pemkab Meranti

Program Pengambangan Pelabuhan Dwi Tunggal, Dishub Ajukan Anggaran Rp10 Miliar

Jumat, 14 Juni 2019

Kadishub Meranti DR Aready. (Foto:Syafrizal/FokusRiau.Com)

MERANTI-Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Riau sudah mengajukan anggaran Rp10 miliar melalui dana alokasi khusus (DAK) penugasan 2020. Anggaran itu akan digunakan untuk pengembangan pelabuhan Dwi Tunggal di Kecamatan Rangsang.

"Kita sudah ajukan Rp10 miliar pada DAK Penugasan. jadinye untuk fasilitas pelabuhan yang mencakup terminal penumpang beserta fasilitasnya, parkir dan turap," ujar Kadishub Kepulauan Meranti DR Aready, Kamis (13/6/2019). 

Pengembangan pelabuhan itu memang harus digesa. Sebab, Pelabuhan Dwi Tunggal dijadikan alternatif setelah pelabuhan utama Rangsang di Tanjungsamak mengalami kerusakan, Kamis sore.

Aready belum memastikan apakah ponton dan tangga penghubung (ponton ke jembatan) yang rusak akan diperbaiki. Karena akan terlebih dahulu dipertimbangkan secara teknis denga melibatkan banyak pihak. 

"Di Pelabuhan Rangsang yang rusak merupakan pertemuan arus dari tiga arah. Selain itu sering terkena gelombang dan benturan dengan kapal saat merapat. Sebelum rusak, kita sudah minta UPT meniadakan aktivitas turun naik penumpang dan bongkar muat barang di Pelabuhan Rangsang itu," kata Aready.

Untuk saat ini, aktivitas bongkar muat barang dan turun naik penumpang dipindahkan ke Pelabuhan Tempat Penampungan Ikan (TPI). Kedepan, pelabuhan alternatif yang dibangun Pemda yaitu Pelabuhan Dwi Tunggal akan dikembangkan. 

Di sana juga ada wacana dijadikan pelabuhan besar yang melayani rute ke Malaysia. "Di sana (Pelabuhan Dwi Tunggal) akan dibangun menjadi pelabuhan Internasional yang bisa melayani rute ke Malaysia," beber Aready sembari menyebut, saat ini akses jalan menuju Pelabuhan Dwi Tunggal belum memadai.

Sebagai informasi, Pelabuhan Rangsang di Tanjungsamak mengalami kerusakan, Kamis siang sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat hempasan gelombang dan menahan beban ponton, beberapa tiang (penahan) tumbang. Akibatnya, ponton bergeser dari posisi awal dan menyebabkan tangga penghubung ke jembatan ikut jatuh ke laut. Beruntung saat itu tak ada korban.

Sebelum rubuh, kondisi ponton juga sudah sangat tak layak digunakan. Besi tempat lantai ponton sudah banyak yang berkarat, keropos, hi gga putus. Sejak Selasa (11/6/2019) Kadishub Aready sudah memerintahkan Kepala UPT Pelabuhan Rangsang Nurmuddin untuk mensterilkan jembatan dari aktivitas turun naik penumpang dan bongkar muat barang. (*)

 





Penulis: Syafrizal
Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus