Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Properti

Program Sejuta Rumah, Tahap I Dibangun 103.135 Unit

Kamis, 30 April 2015

Bupati Tangerang memberikan sambutan saat peluncuran setuja rumah. (Foto:Apersi)

PEKANBARU-Presiden Joko Widodo, Rabu (29/4/2015) melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) dimulainya pembangunan rusunawa di Ungaran, Kabupaten Semarang. Ini merupakan rangkaian dari program pembangunan satu juta rumah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk tahap pertama, dibangun sebanyak 103.135 unit rumah oleh pengembang yang mendukung program pemerintah tersebut. 

Pencanangan program rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu juga dilakukan serentak di sembilan provinsi. Selain seremoni ground breaking, Presiden Joko Widodo juga melakukan dialog melalui video conference dengan para bupati dan walikota yang daerahnya menjadi bagian percontohan program pembangunan sejuta rumah.

Untuk Kabupaten Tangerang yang mewakili Banten, proyek perumahan Grand Sutera Rajeg yang dikembangkan oleh MASGROUP yang terpilih menjadi lokasi pencanangan. 

Direktur Utama MASGROUP, Suwandi Tio mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat tersebut. Dirinya optimis program ini akan berjalan maksimal jika semua stake holder bersinergi mengatasi kekurangan pasokan(backlog) rumah secara nasional. “Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan program satu juta rumah ini. Pemerintah telah menunjukkan kepedulian pada permasalahan perumahan bagi MBR. Kami juga berterima kasih kepada Bupati Tangerang, Bapak Ahmed Zaki Iskandar yang turut hadir. Ini membuktikan  bahwa pemerintah daerah juga mendukung program ini,” ungkap Suwandi.

Meski demikian, dirinya berharap pemerintah mempertimbangkan adanya perubahan komposisi dalam aplikasi kebijakan uang muka 1 persen. Hal ini dikhawatirkan akan menghambat pembangunan awal yang harus direalisasikan pengembang. Selaku pengembang, Suwandi berharap pemerintah dapat mengimbangi kebijakan tersebut dengan solusi yang tidak memberatkan. “Pemerintah harus menjaga keseimbangan antara konsumen dan produsen agar pasokan rumah untuk program ini tidak terganggu. Bagaimanapun sebagai produsen, pengembang membutuhkan dana segar untuk memulai pembangunan rumah bagi MBR ini. Sinergi antara pemerintah, perbankan dan pengembang sangat penting untuk solusinya,” tukasnya.

MAS Group menargetkan pembangunan 2000 unit rumah bersubsidi tahun ini. Sebagian besar proyek perumahan yang dikembangkan berlokasi di wilayah propinsi Banten. Pada awal tahun 2015 MASGROUP meluncurkan Grand Sutera Rajeg, proyek perumahan subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di kawasan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Proyek ini menyiapkan sekitar 1000 unit rumah tipe 32/60 dengan total lahan 10 hektare.

Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Banten, Sobri Nurdin mengaku bangga, karena MASGROUP sebagai anggota Apersi terpilih mewakili para pengembang yang konsen pada hunian berimbang. “Komitmen kami membangun hunian berimbang sejalan dengan program pemerintah. Di Banten, sebanyak 80 perusahaan yang aktif di asosiasi, seluruhnya sepakat mensukseskan program sejuta rumah,” ulas Nurdin disela seremoni. (bsh)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus