Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Proses Lelang Bermasalah, Polda Riau Periksa 13 Saksi Proyek TPA Rp17 Miliar di Kuansing

Jumat, 05 Oktober 2018

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Penyidik Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau terus mengusut dugaan penyimpangan dalam pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah senilai Rp17 miliar di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Sebanyak 13 orang saksi sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

"Kita sudah memeriksa 13 orang dalam kapasitas sebagai saksi untuk dimintai keterangannya," kata Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Hadi Purwanto, Jumat (5/10/2018) di Pekanbaru.

Selain memeriksa saksi, penyidik menyita sejumlah dokumen lelang yang diduga dipalsukan. "Semua keterangan dan bukti yang dikumpulkan agar penyidik mengetahui siapa orang yang bertanggungjawab," kata Hadi.

Dugaan pemalsuan dokumen dilaporkan seorang warga ke Mapolda Riau, beberapa waktu lalu. Setelah ada surat pengaduan baru kemudian disposisi ke Ditreskrimum Polda Riau untuk didalami. 

Sebelumnya, Penyidik Unit III Subdit III Ditreskrimum Polda Riau sudah memeriksa RA, Sekretaris Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi Pembangunan TPA Kuansing. Selanjutnya dilakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi lalinnya.

Pokja TPA Kuansing diduga melakukan kelalaian dalam memutuskan memenangkan PT NLI sebagai pemenang lelang dengan harga Rp15 miliar lebih. Perusahaan ini awalnya diduga tidak memenuhi syarat kemampuan dasar untuk mengikuti lelang tersebut. 

Belakangan PT NLI berusaha memalsukan dokumen agar lolos dan memenangkan lelang tender dengan mengklaim pernah membangun TPA di Bojonegoro, Jawa Timur. Akan tetapi, klaim itu diduga kuat palsu, setelah pemerintah setempat menyatakan tidak pernah membangun TPA di wilayah Sukorejo. (*)









Penulis: Andi Affandi
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Cakaplah


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus