Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

PSI Pekanbaru Sayangkan Puisi Sukmawati Bandingkan Budaya dengan Agama

Rabu, 04 April 2018

Karnoto Gondo Suwandiko.(Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Sebagai putri tokoh proklamator bangsa Indonesia, Sukmawati Soekarno Putri seharusnya bisa menjadi delegasi kebhinekaan. Namun sayang, dalam puisi nyeleneh Sukmawati yang saat ini viral di media sosial, Sukmawati justru seperti mengkebiri kebhinekaan itu.

Demikian pendapat Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Pekanbaru Karnoto menanggapi puisi Sukmawati yang sekarang heboh. PSI Pekanbaru secara khusus memandang, polemik ini sebagai hal yang bisa memunculkan perpecahan di tengah masyarakat.

"Apalagi saat ini di tahun politik dan masyarakat kita sangat sensitif dengan isu-isu agama. Ini berpotensi memecah belah," kata Karnoto didampingi Sekretaris PSI Pekanbaru Bakhtiansyah.

Jika ingin berpuisi tentang budaya, Sukmawati seharusnya bisa mengambil pembanding budaya lain, seperti membandingkan konde dan kidung yang merupakan budaya Indonesia dengan budaya barat.

"Bukan justru membandingkan budaya Indonesia dengan agama, ini salah besar. Justru masyarakat menyimpulkan puisi ini mengkerdilkan agama," ujar Karnoto.

Sebagai seorang budayawati yang juga seorang tokoh nasional, Sukmawati seharusnya memahami bahwa nilai-nilai agama itu berada jauh di atas nilai-nilai budaya. Namun Sukmawati justru membandingkan kedua hal yang sama sekali tak sebanding.
 
"Ini terang-terangan sebagai bentuk menyudutkan dan mengkerdilkan agama. Ini sebagai bentuk intoleransi yang bertentangan dengan DNA PSI," tegas Karnoto.

Bakhtiansyah menambahkan, budaya adalah kebiasaan masyarakat yang terjadi turun temurun, sedangkan agama, terlebih lagi Islam yang merupakan agama samawi adalah perintah langsung dari tuhan, sehingga sangat tidak pantas untuk membandingkan keduanya.

Hal yang seharusnya sangat dimengerti oleh seorang tokoh nasional seperti Sukmawati, bahwa nilai-nilai agama merupakan hal yang sakral dan kedudukannya adalah paling  tinggi di tengah masyarakat Indonesia. 

Ke depan, PSI Pekanbaru berharap tidak ada lagi hal-hal yang bisa memecah belah masyarakat Indonesia, apalagi di tengah tahun-tahun politik seperti saat ini. Puisi Sukmawati dinilai berpotensi sebagai pemicu intoleransi dan mengotak-kotakkan bangsa ini. Ke depan hendaknya jangan lagi ada yang seperti ini, apalagi menyinggung agama. "Kita mau kebhinekaan terbangun dan lebih kuat lagi," tutup Bakhtian.

Seperti yang sedang ramai di medsos, Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, JCC, Senayan, Jakarta.

Puisi yang dibacakan putri Proklamator RI itu menjadi kontroversi panas beberapa hari belakangan. Pasalnya, Sukmawati menyinggung-nyinggung syariat Islam, cadar, dan adzan. Kontan saja aksi Sukmawati ini dikecam banyak pihak. (*) 


 
Penulis : Andi Affandi
Editor : Andi Affandi


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus