Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

PT Nagamas Klaim Tumpahan CPO ke Laut Hanya Enam ton

Sabtu, 11 Mei 2013


DUMAI-Manager Operasional J Tarigan PT Nagamas Palm Oil mengklaim, tumpahan Refined Bleached and Deodorized Palm Oil atau RBDPO ke perairan laut Dumai, Kamis dinihari lalu hanya enam ton. Meski turunan minyak mentah kelapa sawit itu terlihat meluber ke dermaga PT Pelindo I Cabang Dumai, namun Tarigan tetap mengaku hanya ton saja.

Menurut J Tarigan, jumlah tumpahan itu diketahui setelah pihaknya melakukan penghitungan selisih muatan tangki penampung dengan mobil pengangkutnya. Menurut Tarigan, melubernya RBDPO terjadi saat dilakukan pemindahan muatan dari kendaraan pembawa ke tangki di pelabuhan. Kemudian diketahui enam ton setelah dilihat jumlah total minyak sawit olahan sebelum insiden, dikurangi dengan sisa RBDPO yang ada pada mobil dan tanki setelah kejadian.
 
“Hasil penghitungan kita, minyak yang tumpah hanya sekitar lima sampai enam ton, dan namun dengan cepat kita lakukan pembersihan dan pengangkatan minyak dari dasar permukaan air, baik secara manual maupun disedot. Jumlah minyak yang berhasil kita angkat sebanyak lima ton,” kata J Tarigan kepada wartawan, Jumat (10/5) di Dumai.
 
Diterangkan, sistem transfer yang dilakukan pada kendaraan angkutan ke tangki penampung menggunakan alat penghubung cerobong, mulai dari tangki pertama hingga ke ujung. Sehingga, saat dilakukan penampungan, tangki yang masing-masing berkapasitas puluhan ton itu saling mentransfer RBDPO yang diisi, ketika tangki pertama penuh.
 
Menurutnya, penyebab melubernya minyak CPO ke laut karena ada kerusakan penutup pada katup pipa penghubung antar tangki penampung yang berjejer didekat pantai pelabuhan. Selain itu, rusaknya di bagian penutup atas tangki kedua, tepat disamping tangki yang langsung menerima dari mobil pengangkut.
 
Alhasil, saat pemindahan dilakukan dari beberapa kendaraan pengangkut, minyak itu tumpah dari penutup atas tangki kedua karena minyak tidak dapat disalurkan ke tangki berikutnya. “Kita mengakui, selain kerusakan pada pipa penghubung, tidak terlepas dari unsur kelalaian petugas di lapangan yang tidak mengontrol. Begitu ada tumpahan dan luberan minyak ke laut, kita segera ambil tindakan bertanggung jawab dengan mengerahkan petugas pembersihan di pantai,” paparnya.
 
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Dumai, Basri mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai guna menyikapi insiden ini. KLH mengimbau PT NPL segera membersihkan tumpahan RBDPO yang terserak di pelabuhan dan masuk ke laut. Pasalnya, berpotensi besar mencemari ekosistem laut dan pelabuhan.
 
KLH, menurut Basri, telah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi penyebab tumpahnya minyak sawit milik perusahaan itu. Kemudian mencari sumber yang pasti jumlah RBDPO yang tumbah dan mengkaji dampak pencemaran lingkungan setelah insiden. PT Nagamas harus bertanggungjawab penuh atas segala kemungkinan yang timbul akibat peristiwa ini.
 
“Kita telah berkoordinasi dengan KLH provinsi atas kejadian ini dan juga telah melapor ke pimpinan daerah karena jika terbukti ini pelanggaran berat dan mengancam lingkungan laut, maka bisa dijatuhi sanksi penutupan sementara kegiatan produksi,” tukasnya.  (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus