Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Pulau Karantina Lingga, Solusi Melepas Ketergantungan Impor Sapi Australia

Kamis, 07 Desember 2017

Bupati Alias Wello memberikan cenderamata. (Foto:Indra/FokusRiau.Com)

BATAM-Ketergantungan Indonesia terhadap impor sapi dari Australia hanya bisa dilepas bila Indonesia berani membangun Pulau Karantina, sebagaimana dimanahkan Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) tentang Pulau Karantina yang ditaja Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau di Hotel Harmoni, Nagoya, Batam, beberapa waktu lalu.

"Kalau pemerintah tidak berani mengambil keputusan membangun Pulau Karantina, kita tentu tidak akan pernah terbebas dari ketergantungan impor sapi Australia," tegasnya.

Firman memberikan apresiasi kepada Bupati Alias Wello atas keberaniannya memprakarsai pembangunan Pulau Karantina di Pulau Bakung, Desa Pasir Panjang dan Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang, demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Jujur, saya salut dan apresiasi atas apa yang dikerjakan oleh pak Bupati Lingga hari ini. Apalagi, semangatnya tidak lagi untuk kepentingan daerah, tapi untuk kepentingan nasional, bangsa dan negara. Mari kita dukung dan perjuangkan bersama," kata anggota Fraksi Partai Golkar tersebut.

Sementara itu, Alias Wello mengatakan, keberaniannya mengusulkan Pulau Bakung sebagai Pulau Karantina didasari kajian ilmiah dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyatakan daya dukung lahan untuk penyediaan hijauan pakan dan pasokan air bersih, cukup memadai di pulau tersebut.

Selain itu, Alias Pulau Bakung dengan luas 5.716 hektare itu memiliki kondisi geografis strategis, karena berada di lintasan pelayaran domestik dan internasional. Posisinya yang berbatasan langsung dengan Kota Batam, Singapura dan Malaysia, merupakan keunggulan komparatif yang dimiliki Pulau Bakung.

"Tadi, Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang melaporkan, bahwa alur pelayaran di sekitar perairan Pulau Bakung itu, memiliki kedalaman 18 meter dan layak dilalui, serta disinggahi kapal besar pengangkut sapi," ungkapnya.

Alias mengaku sependapat dengan Firman Soebagyo, solusi untuk mencapai target swasembada daging dan lumbung pangan dunia tahun 2045, hanya bisa dipenuhi dengan mempercepat pembangunan Pulau Karantina. "Bagaimana kita mau swasembada daging atau mencapai target lumbung pangan dunia, kalau Pulau Karantina saja kita tidak punya? Pulau Karantina ini sangat berperan menampung sapi impor dari zona dengan harga murah untuk dilakukan tindakan karantina," ulasnya.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Lingga yang berada pada ujung paling selatan Kepulauan Riau, memiliki 604 pulau besar dan kecil. Sebanyak 98 pulau di antaranya sudah berpenghuni dan sisanya sekitar 506 pulau masih kosong.

FGD juga diramaikan oleh Sekretaris Badan Karantina Pertanian Sujarwanto, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Mulyanto, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan Fajar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Arief Arianto, Fakultas Peternakan UGM Nafiatul Umami dan Kepala Bidang Operasi Distrik Navigasi Klas I Tanjungpinang Agus Arifianto. (indra h piliang)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus