Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Puluhan Hektare Hutan Produksi Konversi di Pesisir Selatan Sumbar Terbakar

Senin, 12 Agustus 2019

Ilustrasi karhutla. (Foto:Jawapos)

PESISIR SELATAN-Sekitar 50 hektare kawasan hutan produksi konversi (HPK) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terbakar. Kebakaran lahan HPK itu diketahui, saat personil Kodim 0311 Pesisir Selatan melakukan pemantauan terkait dengan kebakaran hutan dan lahan melalui aplikasi Lapan Fire Hotspot, Sabtu siang.

Dari aplikasi Lapan Fire Hotspot, titik api terpantau ke arah Pinang Sebatang areal kawasan HPK yang berada di perbatasan Kecamatan Lunang dan BAB Tapan. Sejauh ini, belum diketahui penyebab terbakarnya kawasan HPK itu. 

Meski masih dalam tahap penyelidikan, diduga kuat ada unsur kesengajaan. Jajaran Kodim 0311 Pesisir Selatan menemukan fakta, ada peralihan lahan yang sebelumnya terdapat tanaman pakis, menjadi lahan perkebunan talas. Lahan HPK yang terbakar itu saat ini digarap oleh sejumlah warga Nagari Sungai Serik, Kecamatan Silaut yang tergabung dalam kelompok Tani Bina Mandiri.

"Indikasi dibakar iya. Awalnya tanaman pakis, kemudian diracun dan terus mengering. Pakis itu dibakar untuk lahan. Sekarang banyak ditanami pohon talas," kata Dandim 0311 Pesisir Selatan, Letkol (Kav) Edwin Dwiguspana, Senin (12/8/2019).

Dijelaskan, saat terpantau adanya titik api melalui aplikasi Lapan Fire Hotspot itu, pihaknya bersama Kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan bergerak menuju lokasi. Di lokasi tim menemukan titik api.

Meski dihiasi kabut asap yang cukup tebal, tim tetap berusaha melakukan upaya pemadaman semampunya. Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut.

“Akses jalan masuk menuju lokasi yang terbakar sangat sulit dilewati. Meski demikian, kita tetap lakukan upaya pemadaman semampunya. Saat ini masih terlihat beberapa titik asap dan tidak terlalu tebal," ujar Edwin.

Menurut keterangan saksi diperoleh di lapangan, titik api mulai terlihat sejak hari Selasa 6 Agustus 2019. Namun demikian, saksi-saksi yang dimintai keterangan itu tidak mengetahui dari mana asal mula api.

"Ada tiga orang saksi yang sudah dimintai keterangan. Semua saksi itu dari kelompok tani Bina Mandiri. Namun, mereka mengaku tidak mengetahui dari mana asal mula api tersebut. Untuk proses penyelidikan saat ini dilakukan oleh jajaran Polres Pesisir Selatan dan Polsek Lunang," kata Edwin.

Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) Lapan, Agam, Syafrijon menyebutkan, saat ini untuk wilayah Sumatera Barat, hanya terpantau satu titik api yakni di lokasi Pancung Soal, Kabupaten pesisir Selatan, dengan posisi bujur 100.957 dan lintang -2.20325. Tingkat kepercayaannya mencapai 74 persen.

"Yang terdeteksi hanya satu titik api di lokasi Pancung Soal, Kabupaten pesisir Selatan. Arah angin, sangat menentukan kualitas udara. Kualitas udara di Sumbar sering kena imbas dari kebakaran hutan atau polusi udara dari daerah sekitar," tuturnya. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Viva.co.id


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus