Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Puluhan Massa KAMMI Berdemo di Tugu Zapin Pekanbaru Tolak Kenaikan Harga BBM

Jumat, 02 Maret 2018

Massa menyampaikan orasinya. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Puluhan massa dari KAMMI Pekanbaru menggelar unjuk rasa. Dalam aksi tersebut ada beberapa tuntutan yang disampaikan kepada Pemerintah terkait penolakan atas kenaikan harga BBM. 

Koordinator aksi Dera Patria Simener mengatakan, aksi merupakan bentuk penolakan keras mahasiswa terhadap kenaikan harga BBM. Bukan hanya itu, pihaknya turut mempertanyakan janji sampai merubah pola konsumsi yang sekarang disebut BBM non subsidi. 

"Kita menolak dengan tegas kapitalis harga BBM. Dimana pembatasan BBM bersubsidi yang ditandai dengan penyesuian harga pasar juga semakin menebalkan kebijakan liberal pemerintah, dalam hal ini sektor migas. Pengurangan subsidi dan penyesuaian harga BBM diatas harga pasar membuktikan bahwa pemerintah sekarang berjalan di atas kebijakan liberal," katanya, siang tadi. 

Dikatakan, hal ini melanggar konstitusi yaitu pasal 33 UUD 1945. Bahkan dengan pola merubah konsumsi yakni BBM non subsidi juga masih mencekik masyarakat. "Masyarakat mengeluh susahnya mendapatkan BBM bersubsidi. Sementara harus mengeluarkan uang lebih tinggi jika ingin menggunakan BBM non subsidi," terangnya dikutip FokusRiau.Com dari riauterkini. 

Massa melihat, pemerintah sudah tiga kali menaikkan harga BBM non subsidi di awal tahun 2018 saja yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Menurut Dera, seharusnya pemerintah tidak mengikuti harga minyak dunia. Sebab, BBM adalah konsumsi masyarakat luas. Bahkan pemerintah seharusnya merencanakan kebijakan yang dapat menanggulangi dampak dari meningkatnya harga BBM ini. 

Dikatakan, konsumsi BBM cukup berkontribusi dalam pembangunan ekonomi bahkan menyerupai konsumsi barang mewah. Bagai mana tidak ini adalah salah satu pendukung kegiatan produktif masyarakat. 

"Untuk itu kita menolak kapitalis harga BBM dan sektor lain yang menyangkut hajat hidup warga Indonesia. Kita juga meminta kembalikan BBM bersubsidi, dan menolak upaya pemerintah menghapus BBM bersubsidi secara perlahan. Terakhir kita juga menolak kenaikan harga BBM non subsidi sebelum pemerintah memberikan alternatif pilihan tanpa membebani masyarajat," tukasnya. (andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus