Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Rakor Pengendalian Karhutla, Jokowi Mengaku Malu Bertemu Kepala Negara Singapura dan Malaysia

Selasa, 06 Agustus 2019

Joko Widodo. (Foto:Merdeka.com)

JAKARTA-Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja ke Singapura dan Malaysia. Namun, Jokowi mengaku malu bertemu pimpinan negara tetangga, karena asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sampai di negara tersebut.

Demikian disampaikan Jokowi kala memberikan pengarahan kepada peserta rapat koordinasi nasional pengendalian karhutla tahun 2019 di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/8/2019).

"Saya kadang-kadang malu. Minggu ini saya mau ke Malaysia dan Singapura. Tapi saya tahu minggu kemarin sudah jadi headline, Jerebu masuk lagi ke negara tetangga kita. Saya cek jerebu ini apa? ternyata asap, hati-hati malu kita kalau engga bisa menyelesaikan ini," kata Jokowi.

Dikatakan, negara lain yang terdampak asap dari karhutla di tanah air mengaku sudah senang karena dalam empat tahun tidak ada lagi kabut asap. Untuk itu, Jokowi mengingatkan kepada para peserta rakornas pentingnya mengatasi dan mencegah karhutla.

"Jangan meremehkan adanya hotspot. Jika api muncul langsung padamkan, jangan tunggu sampai membesar," ujar dia.

Jokowi kemudian memberikan empat penekanan dalam mencegah karthutla sehingga nantinya dapat bekerja secara maksimal. Salah satunya dengan memprioritaskan pencegahan melalui patroli terpadu deteksi dini.

Jokowi meminta Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan penataan dan selalu mengecek ekosistem gambut secara konsisten dengan menjaga kelembapannya. Terlebih, saat musim kemarau. "Ketiga, sesegera mungkin pemadaman api, kalau memang ada api jangan biarkan api itu membesar. Langkah-langkah water bombing, kalau sudah terlanjur gede, itu juga tidak mudah," ulasnya.

"Terakhir, saya minta langkah penegakan hukum. Saya lihat sudah berjalan cukup baik. Saya pantau, saya monitor di lapangan, dilakukan tanpa kompromi," sambungnya. (*)




Editor: Evi Endri
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus