Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Ratusan Massa GMMK Aksi Damai Tolak Perppu 2/2017 dan Paham Komunis

Jumat, 29 September 2017

Ratusan massa menggelar aksi di depan Gedung DPRD Riau. (Foto: Andi Affandi/FokusRiau.Com)

PEKANBARU-Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) menggelar aksi damai 299, usai salat Jumat tadi. Aksi berlangsung di depan kantor DPRD Riau di Jalan Sudirman Pekanbaru. Massa menuntut dibatalkannya Perppu No. 2 tahun 2017 dan menolak kehadiran paham komunis di Indonesia.

Dalam aksi tersebut, massa berjalan perlahan dari Masjid Al Falah Darul Muttaqin Jalan Sumatera Pekanbaru, mellintas di taman kota dan masuk Jalan Sudirman langsung menuju gedung DPRD Riau. Di sepanjang jalan, koordinator aksi massa berorasi menyatakan tuntutannya.

R. Ade Hasibuan dalam orasinya menyebutkan, Perppu No. 2 Tahun 2017 merupakan bentuk penindasan pemerintahan Jokowi saat ini terhadap Ormas yang tidak sejalan dengan pemerintah, khususnya Ormas pro Islam. Perppu ini sangat rentan untuk disalahgunakan.

"Perppu ini sangat sarat dengan kepentingan politik pemerintah saat ini. Kami menuntut Perppu ini untuk dicabut, karena pembubaran organisasi tidak lagi melalui pengadilan," tegas Ade.

Sebelumnya, melalui Perppu No. 2 Tahun 2017, pemerintah telah membekukan HTI, dan kemudian ILUNI. Kata Ade Hasibuan yang merupakan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Riau ini, hal tersebut merupakan bentuk penindasan dan ketidakadilan penguasa saat ini. 

GMMK juga menyatakan anti terhadap kehadiran paham-paham komunis yang sadar atau tidak sadar saat ini telah menunjukkan diri di Indonesia, bahkan di Riau sendiri. 

Disayangkan, aparat terkait justru terkesan mendiamkan indikasi-indikasi kebangkitan PKI tersebut. Setelah berunding dengan pihak keamanan yang berjaga di lokasi aksi, 11 perwakilan massa yang terdiri dari 10 organisasi diterima oleh pimpinan dewan dewan di ruang Medium DPRD Riau.
 
Turut hadir saat itu Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli, Wakil Ketua Sunaryo dan Novriwaldi Jusman. Setelah mendengar aspirasi perwakilan massa aksi, Sunaryo menyatakan telahmenerima aspirasi tersebut. Pihak DPRD Riau juga megapresiasi kedatangan ratusan massa ke gedung wakil rakyat saat itu.

"Kita sepakat dengan massa aksi, bahwa kita menolak kehadiran paham komunis kembali hidup di Indonesia," tegas Sunaryo. Sekitar pukul 15.45 WIB, usai salat Ashar massa pun membubarkan diri dengan tertib. (andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus