Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Otomotif

Regulasi Kendaraan Rendah Emisi Rampung Awal Tahun Depan

Selasa, 28 November 2017

Mobil listrik dan Hybrid termasuk dalam program LCEV.(Foto: Cleantechnica)

JAKARTA-Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, regulasi Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) atau kendaraan rendah emisi karbon, rampung awal tahun depan. 

"Masih terus dibahas, mudah-mudahan awal tahun depan sudah bisa selesai," kata Airlangga usai acara focus group discussion bertema “Membangun Industri Nasional Berkelanjutan” di Jakarta, Senin semalam. 

Saat ini kebijakan mengenai LCEV sudah sampai di tangan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Airlangga mengatakan perhitungan insentif fiskal sedang dilakukan.

Sebelumnya, Airlangga mengatakan perhitungan fiskal tersebut tidak akan memakan waktu lama. “Kami harapkan akan selesai tidak terlalu lama, akhir tahun ini,” ujarnya sebagaimana dilansir fokusriau.com dari tempo.co.

Kementerian Perindustrian dalam hal itu telah menyerahkan usul untuk pembagian struktur pajak berdasarkan jenis kendaraan bermotor, yakni kendaraan niaga dan penumpang. 

Selanjutnya, tarif pajak akan mengikuti konsumsi bahan bakar dan kekuatan mesin. Artinya, semakin hemat bahan bakar dan gas buang, insentif pajak akan semakin tinggi.

Pemerintah juga dipastikan akan mengizinkan agen pemegang merek (APM) mengimpor secara utuh atau completely built-up (CBU) mobil yang masuk program LCEV. Namun hal itu hanya diberikan kepada APM yang memiliki komitmen menanamkan investasi di dalam negeri.

Adapun insentif fiskal diharapkan akan menjadi daya tarik bagi konsumen otomotif dalam negeri untuk membeli mobil dengan energi baru terbarukan, baik listrik murni maupun hibrida yang masih menggendong mesin konvensional.

Pemerintah mempunyai target produksi mobil dengan energi baru terbarukan akan menguasai 30 persen pasar otomotif dalam negeri dua dekade mendatang. Saat itu total volume penjualan mobil diperkirakan akan mencapai 4 juta unit.
 
Artinya, penjualan mobil listrik atau hibrida akan mencapai 1,2 juta unit atau 12 persen di atas capaian 2016.(andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus