Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Properti

REI Tahun Ini Targetkan Bangun 15.000 Rumah di Wilayah Riau

Rabu, 03 Januari 2018

Tahun ini REI akan bangun 15.000 unit rumah di Riau. (Foto:Okezone)

PEKANBARU-Asosiasi pengembang perumahan yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Riau menargetkan untuk membangun 15.000 rumah di seluruh kabupaten/kota tahun ini.

"Target kita, tahun ini ada 15.000 rumah dengan 80 persennya tersebar di daerah penyangga Kota Pekanbaru, seperti Pekan Sikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan) dan 20 persen kabupaten lainnya," kata Ketua REI Riau Nursyafri Tanjung, Rabu siang di Pekanbaru.

Nursyafri menjelaskan, dari target 15.000 unit rumah yang akan dibangun tersebut terbesar atau sebanyak 12.500  unit rumah dibangun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Provinsi Riau pada tahun 2018.

Sementara sisanya perumahan komersil sebanyak 2.500 unit. Menurutnya, REI tetap akan menjadikan pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah sebagai sasaran utama program. Hal ini ditopang dari keberhasilan pihaknyanpada tahun lalu membangun MBR sebanyak 10.000 unit. "Tahun 2017 lalu, REI Riau berhasil membangun 10.000 unit rumah, bahkan lebih dari target, " tuturnya.

Beranjak dari situ, dia optimis pembangunan perumahan di Riau cukup baik pada tahun 2018. Mengingat kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah terhadap rumah bersubsidi cukup tinggi. Apalagi secara regulasi masyarakat untuk membayar uang muka (down payment)  perumahan  tidak dipersulit bahkan mengalami penurunan. "Sebab pedoman regulasi untuk DP perumahan MBR masih mengacu pada 2017," imbuhnya.

Karena itu, dirinya yakin dan optimis mampu mencapai target membangun 15.000 unit rumah di Riau, berangkat dari hubungan kerjasama yang telah berhasil dibangun REI bersama beberapa pihak, khususnya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat dalam hal percepatan administrasi sertifikat tanah dan perumahan.

"Kemudian kami juga telah melakukan jalinan kerja sama dengan perusahaan listrik negara atau PLN dalam segi penerangan," katanya.

Dukungan dari PLN antara lain, pola pembayaran uang muka 50 persen yang disetor ke bank yang bekerja sama dengannya, kemudian akan ditindaklanjuti dengan pemasangan jaringan listrik 100 persen sehingga rumah sudah siap dengan aliran listrik. Pelunasan biaya listrik bisa dilakukan sepekan setelah itu.

"Sementara untuk dukungan pemerintah kabupaten dan kota berupa pemberian IMB sementara. Untuk dukungan BPN, terkait kerja sama dengan REI yang melahirkan fakta integritas dengan komitmen mendukung kepemilikan rumah bagi MBR," tambahnya.

Ke depan, pihaknya akan memfokuskan pembangunan perumahan MBR di Kabupaten Kampar, karena berpotensi dalam pengembangan daerah serta pembangunan perumahan di Riau. REI berharap, pemerintah daerah setempat mendukung program tersebut. Misalkan melalui kemudahan regulasi dan retribusi.(antara)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus