Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Rektor Perguruan Tinggi di Sumbar Deklarasikan Gerakan Anti Radikalisme

Minggu, 16 Juli 2017

Wapres Jusuf Kalla menghadiri deklarasi anti radikalisme. (Foto:Istimewa)

PADANG-Sejumlah rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Sumatera Barat bersama Asosiasi Perguruan Tinggi swasta Kepulauan Riau dan Jambi, Sabtu kemarin mendeklarasikan gerakan anti radikalisme dan intolerisme di Universitas Negeri Padang.

Deklarasi anti radikalisme disertai dengan peluncuran anugerah Minang Enterpreneurship yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain Jusuf Kalla, hadir juga Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. 

Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri mengatakan, deklarasi dalam bentuk "Dari Padang Untuk Indonesia" berkomitmen melarang segala bentuk paham dan kegiatan intolerasi, radikalisme dan terorisme. "Kita menyatakan perang terhadap obat terlarang, narkoba dan tindakan asusila. Itu sejalan dengan harapan Wapres yang tertuang dalam bukunya 'Adil Itu Damai'," ujarnya.

Di antara isi deklarasi adalah menjaga Kesatuan Negara Republik Indonesia, menjaga kerukunan umat beragama dan seluruh etnis budaya yang berbeda sesuai dengan semboyan Bhinneka tunggal Ika.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, deklarasi antiradikalisme merupakan suatu kesepakatan untuk memerangi radikalisme dan terorisme. "Adanya hal itu diharapkan Sumbar dapat aman dan tentram dari radikalisme," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk mengejar dan menindak tegas penyebaran radikalisme di internet. "Dewasa ini paling ekstrem penyebarannya adalah dengan teknologi. Karena itu Pak Menkominfo harus mengejar radikalisme di internet, bagaimana kita mengejar bersama-sama ke situ," ujarnya. (antara)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus