Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Revitalisasi Tatanan Adat, Masyarakat Adat Serantau Tapung akan Gelar Musyawarah

Minggu, 11 Maret 2018

Persiapan Musyawarah Masyarakat Adat Serantau Tapung.(Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Keluarga besar masyarakat adat Tapung akan menyelenggarakan Musyawarah Masyarakat Adat Kenegerian Serantau Tapung yang diikuti oleh unsur masyarakat di daerah tersebut. Penyelenggaraan musyawarah dalam rangka revitalisasi tatanan struktur adat Tapung dan membentuk tim inventarisir nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Tapung serta kearifan lokalnya. 

Adapun hal yang mendasari dilaksanakannya musyawarah, dewasa ini budaya serta adat istiadat Melayu Tapung semakin memudar seiring perkembangan zaman. Karena itu sangat penting sekiranya budaya dan adat istiadat ini dilakukan revitalisasi, diangkat kembali dan dikenalkan kepada generasi muda.

Sebagai langkah awal, beberapa unsur masyarakat baik organisasi dan lembaga yang berkaitan dengan Tapung serta beberapa tokoh masyarakatnya, akhir pekan lalu menggelar rapat persiapan panitia di Hotel Furaya Pekanbaru. Rapat ini secara bersama menunjuk orang-orang yang dirasa cakap dan mampu menjadi motor dan panitia pelaksana kegiatan.

Dalam rapat singkat itu, selain membahas pembentukan panitia, juga dikonsep agenda dan kegiatan yang dilaksanakan bersempena musyawarah nanti yang juga akan digelar seminar. 

Pagelaran seni budaya Tapung yang dilaksanakan bersempena kegiatan musyawarah akan menjadi prioritas panitia. Pagelaran seni budaya Tapung ini nantinya akan disi dengan lomba cerita rakyat Tapung, lomba menidurkan anak (bagondong), lomba barzanji, lomba badikiuw, seni silat tradisional Tapung dan lainnya. 

Untuk diketahui, lomba-lomba tersebut merupakan budaya dan kebiasaan asli masyarakat adat Tapung yang kini semakin memudar. Sehingga itu, perlu untuk diangkat kembali dan dikenalkan kepada generasi saat ini.

Sapaat, tokoh masyarakat Tapung yang hadir dalam rapat saat itu mengatakan, dirinya menyambut baik musyawarah yang nantinya akan melibatkan unsur-unsur di serantau Tapung, mulai dari daerah Ali Antan, Kabun, Tandun, Kasikan hingga ke Kota Garo. 

Dengan dilakukannya revitalisasi ini, peninggalan-peninggalan leluhur, baik adat dan budaya dapat terus dilestarikan dan menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Harapan kita, program revitalisasi adat dan budaya Tapung ini bisa menjadi tangkal dari fenomena pergeseran budaya yang terjadi saat ini," tutur Sapaat yang juga Ketua Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) ini kepada FokusRiau.Com, Minggu (11/3/2018).

Datuk Suhaili Husain, Ketua Lembaga Tinggi Masyarakat Adat RI (LEMTARI) yang juga merupakan anak jati Tapung menyampaikan, dirinya mengharapkan hadirnya lembaga adat di Tapung yang memiliki kewenangan dan bertanggung jawab terhadap penerapan adat istiadat di Tapung. Sebab, adat istiadat selama ini terlihat kurang berjalan sebagaimana mestinya.

"Di dunia ini ada tiga hukum yang mengatur manusia, di antaranya yaitu hukum pemerintah yang mengatur masyarakat atau rakyatnya, hukum agama yang mengatur umatnya dan hukum adat yang mengatur masyarakat adat. Namun banyak yang lebih mengenal budaya daripada adat, sehingga hukum adat mulai hilang dan susah diterapkan, sedangkan kita tahu budaya tidak bisa membendung masuknya budaya lain, berbeda dengan adat yang tidak boleh dicampur adukkan dengan adat lainnya," tutur Datuk Suhaili mengomentari.

Syarkawi, tokoh Tapung lainnya, terkait revitalisasi adat dan budaya Tapung memandang perlunya disusun Kamus Bahasa Tapung. Pasalnya, bahasa asli Tapung saat ini sudah banyak dilupakan dan jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari.

Untuk menyusun Kamus Bahasa Tapung juga akan dibentuk tim penyusun. "Bahasa Tapung saat ini sudah banyak dilupakan oleh anak cucu kita. Banyak kata-kata yang sudah sangat jarang kita dengar. Jangan sampai hilang begitu saja," ujar Ketua Kesatuan Sarjana Tapung Riau ini.

Jika Datuk Suhaili Husain mengusulkan agar kata Tapung dapat dipakai menjadi salah satu nama jalan di provinsi Riau, perwakilan Keluarga Besar Sungai Tapung, Amir Hamzah juga berharap agar RSUD Bangkinang diberi nama RSUD dr. Mansur Ilyas Arsyad. Mansur Ilyas Arsyad merupakan dokter pertama di Bangkinang asal Tapung. (andi affandi)


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus