Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Riau Berasap: Tiga Pesawat Kesulitan Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru

Minggu, 22 September 2019

Sejumlah penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru tertunda. (Foto: Antara)

PEKANBARU-Tiga pesawat mengalami kesulitan mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Minggu pagi akibat kabut asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membuat jarak pandang terbatas.

Ketiga pesawat yang berputar-putar di langit Pekanbaru pukul 08.30 WIB itu adalah Batik Air, Citilink dan Malindo Air. "Yang masih holding (berputar-putar) sementara ada dua, Batik Air dan Citilink dan kemungkinan Malindo," kata petugas Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Benni Netra.

Dijelaskan, Batik Air dengan nomor penerbangan 6856 dari Bandara Soekarno Hatta seharusnya mendarat pukul 07.35 WIB. Namun, sejauh ini jarak pandang di landasan pacu Bandara SSK II hanya 500 meter, sehingga pilot masih menunggu jarak aman pendaratan.

Selanjutnya, Citilink QG 936 dari Soekarno Hatta dijadwalkan mendarat sekitar pukul 08.15 WIB dan Malindo Air OD 362 dari Subang, Malaysia yang dijadwalkan mendarat pukul 08.30 WIB juga masih berputar-putar di udara Pekanbaru.

Menurut Benni, jika jarak pandang aman untuk mendaratkan pesawat adalah 800 meter. Akan tetapi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan jarak pandang hanya 500 meter akibat asap.

Terbatasnya jarak pandang itu merupakan dampak dari Karhutla yang kini melanda sebagian wilayah Riau. BMKG menyatakan jarak pandang terbatas juga berlangsung di Pelalawan yang hanya berkisar 300 meter, Rengat Kabupaten Indragiri Hulu 500 meter serta Kota Dumai 1 kilometer.

Terganggunya jadwal penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru terus terjadi dalam kurun dua pekan terakhir. Batik Air 6856 yang merupakan jadwal kedatangan pertama ke Bandara SSK II Pekanbaru terpaksa harus menghadapi situasi Hold setiap pagi. Bahkan, pada medio pekan ini, Batik 6856 harus berputar lebih satu jam lamanya karena asap pekat. (*)


 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus