Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Ribuan Jamaah Ramaikan Salat Gerhana di Masjid Jamik Sultan Syarif Kasim Siak

Kamis, 01 Februari 2018

Ribuan jamaah memadati Masjid Sultan Syarif Kasim. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

SIAK-Fenomena alam gerhana bulan, Rabu malam diisi dengan berbagai kegiatan. Kejadian langka meliputi supermoon, blue moon dan super blue moon tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi seluruh masyarakat, termasuk di Kabupaten Siak. 

Pemkab Siak memaknai peristiwa alam tersebut dengan melakukan salat gerhana yang berlangsung di Masjid Jamik Sultan Syarif Kasim, Komplek Islamic Center Siak. Sementara di lapangan masjid terlihat ribuan jamaah memadatinya. Pelaksanaan salat gerhana dihadiri Wakil Bupati Alfedri dan sejumlah pejabat eselon II Pemkab Siak dengan imam Ustad H Mukhtar Abdul Kharim dan khatib ustadz Toto Prasetyo LC.

Ustadz Toto mengatakan, terjadinya gerhana merupakan peristiwa yang menakutkan. Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam berkhutbah dengan khutbah yang agung, menjelaskan tentang surga dan neraka.

Bumi, langit, matahari, bintang, bulan dan seluruh makhluk yang ada di jagat raya ini merupakan ciptaan Allah SWT sudah keretapan. Tidak ada satu pun makhluk di muka Bumi ini luput dari pantawan Allah.

Fenomena alam ini sebagai bukti tanda kekuasaan Allah ta'ala, sebagai  umat muslim kita wajib menjaga keseimbangan alam untuk selalu bertakwa kepada Allah dan mengerjakan perintah nya dan menjauhi larangannya.

Sesunggunya rahmat Allah SWT itu sangat dekat kepada orang-orang berbuat baik. "Artinya selaku mahkluk yang lemah manusia di perintahkan untuk menjaga alam ini,  jangan di rusak,  jika alam di rusak maka azab Allah SWT akan datang" urai Ustad Toto mengutip salah satu ayat quran.

"Bahwa kita adalah makluk Allah yang sangat lemah, selalu menyukuri nikmat yang telah Allah karuniakan kepada Kabupaten Siak yang memiliki alam yang subur dan memiliki sumber daya alam yang banyak. Masyarakat yang mayoritas muslim ini hendaknya senantiasa menjaga ibadah lima waktunya di masjid dan bersedekah merupakan wujud syukur kepada Allah," tambahnya. 

Sementara itu, Syaikh ‘Utsaimin mengingatkan, jika ada orang yang melihat gerhana matahari atau bulan, lalu mereka tidak peduli sama sekali, masing-masing sibuk dengan dagangannya, masing-masing sibuk dengan hal sia-sia, sibuk di ladang, maka semua itu dikhawatirkan menjadi sebab turunnya adzab Allah. Kita semua diperintah untuk mewaspadainya. (adi fadhillahi akbar)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus