Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Properti

Rumah Tradisional Lebih Tahan Gempa

Rabu, 12 Februari 2014


JAKARTA-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Syamsul Maarif mengatakan, pentingnya untuk kembali kepada kearifan lokal. Hal itu disampaikan terkait bencana gempa yang kerap melanda wilayah Indonesia dan menyebabkan ribuan bangunan rusak.  

"Kearifan lokal merupakan salah satu hal yang tidak dapat dihilangkan dalam upaya menanggulangi bencana. Namun sayangnya, sampai saat ini, belum banyak kearifan lokal yang diadopsi untuk pembangunan rumah tahan gempa yang dibangun di Indonesia," urai Maarif dalam diskusi "Indonesia: Peta Bencana dan Antisipasi" yang berlangsung di Gedung PBNU Jakarta, Selasa (11/2).

Maarif mengatakan, saat ini di pedesaan sudah jarang ditemukan rumah-rumah tradisional dengan arsitektur vernakular yang sebenarnya terbukti ampuh menanggulangi bencana. Padahal, negara semodern Jepang saja masih mengadopsi model rumah tradisional.

"Jepang kan rumahnya terbuat dari bahan semacam triplek. Setelah kejadian gempa di Fukushima (2011), saya sempat ke sana. Jadi ada rumah yang sampai benar-benar tergeser tapi orang yang ada di dalamnya tidak apa-apa," kata Maarif.

Jadi, menurut Maarif, sebenarnya jangan sampai kearifan lokal tergerus oleh modernisasi. Jangan takut gempanya, karena yang penting struktur rumahnya. Selain itu, sebagai negara yang terletak di kawasan rawan bencana, dilewati sesar aktif dan juga gempa daratan, sudah sepatutnya warga Indonesia memiliki pemahaman yang baik dan dapat mengantisipasi sedari awal bencana yang sebenarnya telah rutin terjadi.

Maarif mencontohkan, sebuah daerah di Makassar, Sulawesi Selatan, yang masyarakatnya menggunakan rumah panggung karena sadar jika wilayah tempat tinggalnya rawan akan bencana banjir.

"Ada banjir setiap bulan pun tak masalah dan tak ada yang mengeluh, karena mereka sudah paham bahwa daerah tersebut adalah daerah yang rawan bencana. Pihak yang mendistribusikan logistik pun, tinggal memberikannya dari rumah ke rumah," ujarnya. (kcm)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus