Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Kolom

Saatnya Guru Menulis

Jumat, 07 Desember 2012


Oleh : Pit Sandra Sari*

"Jangan takut untuk menulis. Kuatkan keyakinan dan katakan pasti bisa untuk menulis".....
.

Begitulah ungkap prasaran Muhammad Subhan dalam acara “Workshop Penulisan Buletin dan Jurnal Pendidikan” yang diselenggarakan kumpulan aktivis Blogger belum lama ini di kantor Pos Bukittinggi.

Menurut Subhan yang juga penulis Novel Rinai Kabut Singgalang ini, sudah saatnya guru untuk menulis sebab dengan menulis cukup banyak keuntungan yang didapat oleh guru diantaranya,  untuk kenaikkan pangkat, naik gaji dan sertifikasi serta lebih besarnya lagi guru dapat mengembangkan potensi di bidang keilmuannya.

Kenapa mesti takut menulis? Apa yang ditakutkan untuk menulis? Begitu persoalan yang mengapung dari peserta yang terdiri dari pengawas sekolah dan guru, selama workshop berlangsung. Tidak perlu takut untuk menulis, kata Subhan, solusinya tulis saja tentang masalah yang dipikirkan terutama dalam proses pembelajaran. Setelah itu diamkan beberapa waktu tulisan tersebut dan kemudian barulah lakukan pengeditan terhadap tulisan.

Maka berbanggalah karena sudah ada hasil karya sendiri, selanjutnya teruslah latihan dan terus banyak membaca sehingga akan menghasilkan karya yang lebih bagus lagi.
Dalam meningkatkan kopentensi guru dalam menulis, cukup banyak jenis tulisan yang akan dibuat salah satunya Karya Tulis Ilmiah (KTI). 

Tulisan KTI secara defenisinya berupa laporan tertulis tentang hasil kegiatan ilmiah yang berisi penyampaian gagasan penulis dengan memperhatikan pemikiran dan pendapat menulis lain dengan tetap memperlihatkan pendapat pribadi penulis dalam suatu bahasan tertentu. Jenis tulisan ini, cukup rumit jika dibandingkan dengan jenis tulisan lainnya seperti, opini, tajuk rencana dan lainya. Rumitnya dapat terlihat dalam penggolahan data yang dilengkapi dengan referensi yang menunjang tulisan tersebut. Tetapi jika guru dapat menghasilkan KTI, jelas akan bermanfaat sekali.

Manfaat dari KTI jika merujuk Hamdani (2008) dalam bukunya “Panduan Membuat Penelitian Tindakan Kelas” mengatakan karya tulis ilmiah yang dibuat dapat mengembangkan profesi guru berupa pengumpulan angka kredit.  Setidaknya ada tujuh macam rincian pengumpulan angka kredit yang besaran angka kreditnya berbeda-beda seperti, KTI hasil penelitian berupa buku angka kreditnya 12,5, KTI berupa gagasan atau tinjauan sendiri dalam bidang pendidikan dalam bentuk buku angka kreditnya 8, KTI berupa tulisan ilmiah popular yang disebarkan melalui media masa angka kreditnya 2, KTI yang berupa tinjauan, gagasan berupa makalah angka kreditnya 2,5, KTI berupa buku pelajaran angka kreditnya 5, KTI berupa diktat pelajaran angka kreditnya 1 dan KTI berupa karya terjemahan angka kreditnya 2,5.

Setidaknya manfaat KTI ini dapat memberikan angin segar kepada guru untuk lebih mengembangkan profesinya sebagai pengajar dan pendidik. Sehingga guru tidak lagi merasa canggung apalagi takut untuk berhadapan dengan kegiatan menulis. Selain dapat meningkatkan kemampuannya, guru juga dapat menurunkan keahliannya tersebut kepada anak didiknya. Akhirnya, tidak ada yang sulit dalam menulis, kalau kita mau mencobanya.

Selamat mencoba !!!

* Guru SDN 03 Pakan Kurai Bukittinggi


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Selasa, 17 September 2019 - 20:10:50 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 17:23:19 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 17:04:32 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 15:42:31 WIB
      Selasa, 17 September 2019 - 12:38:08 WIB


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus