Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Saatnya Mengenal Mitos dan Fakta Seputar Diabetes Melitus

Sabtu, 27 April 2019

Ilustrasi pemeriksaan gula darah. (Foto:PakistanToday)

PEKANBARU-Penderita diabetes sekarang tak selalu hanya orang usia lanjut, tapi juga mereka yang masih dalam usia aktif. Hal ini tak lepas dari gaya hidup masyarakat zaman sekarang yang cenderung banyak diberi kemudahan. 

Dari kemudahan transportasi, memesan makanan hingga makanan cepat saji bagi mereka yang sibuk. Meski sesuai dengan kehidupan modern, sayangnya dibalik kemudahan tersebut justru memperbesar kemungkinan seseorang terkena diabetes.

Banyaknya jumlah penderita diabetes di usia muda turut diikuti berbagai mitos yang berkembang di masyarakat, berikut beberapa penjelasan mitos tersebut seperti disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr.dr. Ketut Suastika,SPPD-KEMD.

1. Pemeriksaan gula darah harus dilakukan setiap hari
Hal ini biasa dilakukan saat awal menggunakan insulin, sementara yang menggunakan pil tidak terlalu membutuhkan pemeriksaan setiap hari, kecuali dalam keadaan tertentu seperti hipoglikemia.

"Kecuali pada keadaan gejala hipoglikemia, gemetaran, lapar. Saat itu penting periksa untuk memastikan terjadi hipoglikemia pada kita, apalagi saat puasa. Kalau misal gejala demikian tapi bukan hipoglikemia bisa dilanjutkan puasa," ucap Ketut, Jumat kemarin di Double Tree by Hilton Hotel, Cikini, Jakarta Pusat.

2. Gula darah kembali normal tidak akan kena diabetes lagi
Ini tidak benar, karena hingga saat ini belum ada cara yang bisa menyembuhkan diabetes tanpa obat seumur hidup. 

Yang ada saat ini adalah mengobati termasuk dengan insulin yang bisa mengendalikan gula darah. "Tidak ada istilahnya diabetes merdeka," ujarnya menegaskan.

3. Penderita diabetes boleh puasa
Penderita diabetes diperbolehkan menjalankan ibadah puasa tapi dengan memilih dan memilah serta harus diperhitungkan risikonya.

"Sebenarnya orang diabetes diharapkan sebagian besar bisa puasa, kecuali orang tertentu yang pengendaliannya tidak baik atau komplikasi beraneka ragam, seperti ginjal, hemodialisis, ya sudah korbankan (puasa) dengan menjalankan ibadah yang lain,” ujar Ketut. (*)




 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Viva.co.id


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus