Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Salah Satu Gejala Diabetes Gangguan Penglihatan, Begini Penjelasannya

Minggu, 25 Agustus 2019

Gejala Diabetes. (Foto: Istockphoto)

PEKANBARU-Setiap orang yang menderita diabetes Tipe 2 berisiko tinggi mengalami komplikasi diabetes pada mata.

"Semua bentuk penyakit mata pada penyandang diabetes berpotensi mengakibatkan gangguan penglihatan dan kebutaan," kata National Eye Institute dilansir dari Express, beberapa hari lalu. 

Itu sebabnya, para ahli kesehatan menekankan pentingnya mengenal gejala diabetes, termasuk segera mengambil tindakan jika mengalami penurunan penglihatan. Gangguan penglihatan bisa menjadi salah satu gejala diabetes yang kerap diabaikan orang. 

Penyakit diabetes Tipe 2 muncul akibat kadar gula yang tinggi pada darah. Kadar gula tinggi itulah yang dapat memicu terjadinya kerusakan pada pembuluh darah, saraf hingga organ.

Kerusakan pembuluh darah sendiri berpengaruh besar pada penglihatan. National Eye Institute menyebut, penyakit mata yang terjadi pada penyandang diabetes yakni retinopati diabetik, diabetic macular edema, katarak, dan glaukoma. 

Gangguan penglihatan pada diabetes yang pertama ialah retinopati diabetik. Kondisi ini merupakan gangguan pembuluh darah yang menyebabkan pendarahan dan mengganggu penglihatan.

Tak ada gejala awal yang dirasakan hingga penderita mengalami gangguan penglihatan, seperti melihat benda mengambang, yang sebenarnya adalah kebocoran darah pada mata. Kondisi ini bisa membawa risiko kehilangan penglihatan permanen. 

Gangguan penglihatan lain adalah penyakit glaukoma. Terjadi akibat adanya tekanan cairan menumpuk di bagian dalam mata akibat diabetes. Menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah yang memicu gangguan penglihatan. 

Gangguan tersebut umumnya dapat diatasi dengan obat-obatan termasuk tetes mata. Termasuk operasi serta laser mata bila diperlukan. Pola hidup tak sehat disinyalir jadi akar penyakit diabetes Tipe 2. Diabetes termasuk penyakit kronis yang akan disandang seumur hidup.

Sehingga penderita harus pandai mengatur pola hidup agar kadar gula dalam darah tetap stabil, dengan cara melakukan kontrol rutin kadar gula darah, tekanan darah serta kolesterol. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus