Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Sampai November, Parkir Sumbang Rp8,1 Miliar Bagi Pemasukan Kota Pekanbaru

Sabtu, 02 Desember 2017

Parkir sudah menyumbang Rp8,1 miliar. (Foto:Antara)

PEKANBARU-Dinas Perhubungan berhasil memberikan pemasukan bagi Kota Pekanbaru sebesar Rp8,1 miliar sepanjang Januari-November 2017. Sementara target pemasukan dari sektor parkir tersebut sebesar Rp9 miliar.

"Sampai November lalu, retribusi dari sektor parkir mencapai Rp8,1 miliar dari target Rp9 miliar," kata Kepala Sub Bagian UPTD Parkir Dishub Pekanbaru Sarwono, kemarin di Pekanbaru.

Dengan sisa waktu satu bulan, Sarwono optimis dapat memenuhi target PAD dari sektor retribusi parkir. Bahkan, dia menuturkan kemungkinan besar retribusi parkir dapat melebihi dari target yang ditetapkan.

Sementara untuk retribusi parkir Pekanbaru menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan 2016 lalu. Sepanjang 2016 Dishub Pekanbaru memperoleh PAD parkir sebesar Rp8 miliar. Peningkatan tersebut, kata dia merupakan bukti kinerja positif dalam memaksimalkan potensi lahan parkir di Pekanbaru. "Ada potensi yang dimaksimalkan, evaluasi juga terus dilakukan. Ini yang memengaruhi PAD parkir tahun ini," tuturnya.

Di sisi lain, meski retribusi parkir dinilai menggambarkan hasil yang menggembirakan, Pemko Pekanbaru pada 2018 mendatang justru mewacanakan untuk swastanisasi sektor parkir. Rencana itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru M Noer kepada sejumlah awak media, beberapa waktu lalu. "Parkir juga akan kita berikan pengelolaannya kepada pihak ketiga. Mudah-mudahan 2018 mendatang sudah bisa lelang," kata M Noer.

Dikatakan, sebelum kebijakan itu diambil, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan serangkaian kajian serta menyusun regulasinya. Sehingga, apabila wacana unutk menggandeng pihak ketiga terwujud, Pemko Pekanbaru telah memiliki payung hukum yang kuat dan dapat dijalankan serta dipatuhi bersama.

"Kita siapkan dulu regulasinya, aturan mainya, payung hukumnya. Kita buat kajian berapa, dimana saja lokasinya dan berapa angka yang akan dilelang," ujarnya.

Dituturkan, dengan menggandeng pihak ketiga untuk mengelola parkir di Pekanbaru diharapkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir lebih maksimal. Pengelolaan parkir di Pekanbaru, kini dibawah naungan Dinas Perhubungan setempat belum maksimal dan rawan kebocoran. Untuk itu, upaya menggandeng pihak ketiga diharapkan menjadi solusi akan masalah tersebut. "Masih banyak potensi parkir yang belum tergarap sehingga menimbulkan kebocoran PAD," tukasnya. (antara)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus