Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Satelit Deteksi Titik Panas di Lahan Konsesi, KLHK Ingatkan 56 Korporasi

Sabtu, 10 Agustus 2019

Rasio Ridho Sani. (Foto:Istimewa)

JAKARTA-Sebagian wilayah Indonesia kini masih dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Merespon hal itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan peringatan keras bagi korporasi yang area konsesinya terdeteksi citra satelit titik panas (hotspot).

KLHK tidak akan segan menyeret ke pengadilan, seperti yang pernah dilakukan tahun 2017-2018 lalu. KLHK saat ini terus memantau kejadian karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Pemantauan dilakukan untuk kepentingan penyelidikan dugaan kesengajaan membakar lahan di musim kemarau.

Direktur Jenderal Penegakkan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani menerangkan, tim Penegakkan Hukum (Gakkum) KLHK mendeteksi areal perusahaan, utamanya perkebunan mana saja yang terdeteksi ditemukan titik panas.

"Ada 56 korporasi se-Indonesia yang kita berikan peringatan, karena terindikasi adanya titik panas. Seperti di Riau, Kalbar dan Kalteng. Ya sebagian besar peringatan yang kita keluarkan ada di Sumatera dan Kalimantan," ujar Ridho, Jumat kemarin.

Ridho mengingatkan, tim Gakkum KLHK tidak hanya gertak sambal untuk menindak pelaku pembakar lahan. "Sekarang ini ada lokasi yang sudah disegel oleh tim Gakkum KLHK, untuk dilakukan penegakan hukum. Satu pelaku sudah kita tetapkan tersangka. Pelaku karhutla harus ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya, agar ada efek jera," tuturnya.

Untuk diketahui, Gakkum KLHK di tahun 2018 menyeret korporasi ke meja hijau, sekaligus menyegel lahan yang hangus terbakar di Kalbar dan Riau. Karhutla saat itu mengakibatkan kabut asap menyelimuti sebagian besar wilayah kedua provinsi. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus