Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Sejak 2014, Pemko Padang Berhasil Bedah 4.107 Unit Rumah Tak Layak Huni

Minggu, 13 Agustus 2017

Walikota Mahyeldi menyerahkan kunci kepada pemilik rumah. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Walikota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan, pemko sudah menyelesaikan proses bedah rumah dengan jumlah 4.107 unit. Program tersebut sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 2014 melalui program bedah 1.000 rumah.

"Khusus tahun 2017, jumlah rumah yang dibedah sebanyak 1.605 unit dan sedang dalam pengerjaan," kata Mahyeldi, Sabtu kemarin di Padang.

Dikatakan, jumlah rumah yang sudah benar-benar selesai adalah 3.042 unit yang pengerjaannya sudah dimulai sejak 2014 lalu. Untuk bedah terhadap rumah-rumah tidak layak huni tersebut, sebagian besar dananya berasal dari pemerintah dan sisanya dari non pemerintah. "Jika dikalkulasikan maka total rumah yang sudah dibedah hingga tahun 2017 ini adalah sebanyak 4.107 unit," ujarnya.

Ditambahkan, untuk tahun 2018 juga sudah direncanakan untuk melakukan bedah terhadap 493 unit rumah dan pada 2019 sebanyak 400 unit. Sampai tahun 2019, Mahyeldi mengharapkan, akan ada 5000 unit rumah di Kota Padang yang selesai dibedah, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2014-2019.

Selain itu, program ini akan dijadikan program hulu hilir dalam upaya pengentasan kemiskinan. Selain pembangunan fisik, pihaknya juga melakukan pembangunan terhadap sumber daya manusianya. "Kami juga memberikan pelatihan kepada anggota keluarga terkait keterampilan agar mereka dapat mengakses pekerjaan untuk meningkatkan perkenomian keluarga," tukasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti mengatakan, kinerja pemko sejauh ini telah memperlihatkan kemajuan yang pesat dan signifikan, hal tersebut terlihat dari berbagai pembangunan yang dilakukan.

"Sejak dilantik beberapa tahun lalu, sampai saat ini telah terlihat beberapa perkembangan yang terjadi di Kota Padang, baik berupa infrastruktur atau non-infrastruktur," ujarnya. (antara)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus