Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Sejumlah Amalan yang Bisa Dilakukan di Bulan Rajab Menurut Ustaz Abdul Somad

Jumat, 08 Maret 2019

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Bulan Rajab 1440 Hijriyah mulai masuk, Jumat (8/3/2019). Bulan ini adalah bulan yang sangat dimuliakan. Bulan Rajab adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Qamariyah atau Hijriah. Hitungan tahun Qamariah mengacu kepada perhitungan Bulan. 

Memasuki 1 Rajab, Rasulullah Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk banyak berdoa dan memperbanyak amalan. Pasalnya, Bulan Rajab termasuk dalam bulan haram (suci) selain bulan Ramadhan dan beberapa bulan lain. Tak hanya Rajab dan Ramadhan, ada beberapa bulan haram lain, yakni Dzulwadah, Dzulhijjah dan Muharram.

Ketika memasuki bulan Rajab, ada doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca. Berikut adalah doa Rasulullah saat memasuki bulan Rajab:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

Lantas apa makna dan keutamaan Bulan Rajab?, berikut penjelasan para ulama.

Menurut Ustadz Abdul Somad dalam sebuah video ceramahnya, tak ada ketentuan khusus disebutkan dalam al quran atau hadis Nabi Muhammad tentang amalan di bulan ini. “Hadis Rasulullah tentang keutamaan bulan Rajab sahih, tetapi tak ada disebutkan tentang amalan khususnya. Cuma disebutkan secara umum yaitu berpuasalah di bulan-bulan haram," ujarnya.

"Haram di sini berarti mulia, berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu hurum, berarti kehormatan, mulia. Jadi bulan-bulan haram itu artinya adalah bulan-bulan mulia,” ulasnya.

Bulan haram dalan Islam ada empat, yaitu Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Bulan Rajab. “Sesuai hadis tersebut, disebutkan anjuran agar kita berpuasa di bulan-bulan ini. Jadi, khusus Rajab tak ada dijelaskan apa saja amalan khususnya karena di hadis ini penjelasannya secara umum tak mengkhususkan ke Rajab,” tambahnya.

Selama bulan Rajab, selain berpuasa, kita bisa menghiasinya dengan amalan-amalan baik lainnya jika mau. Misalnya, berzikir, membaca Alquran, bersedekah dan sebagainya. Ustad Abdul Somad juga membeberkan beberapa amalan sunnah dan Bidah di Bulan Rajab.

Sementara menurut Ustadz Khalid Basalamah, ada lagi keistimewaan lainnya dari Rajab. Dalam sebuah video ceramahnya, dia menjelaskan tentang tafsir Surah Attaubah ayat 36 yang menjelaskan tentang larangan Allah berbuat maksiat di bulan-bulan haram ini. “Artinya, itulah ajaran agama yang lurus, janganlah kalian menzalimi diri kalian di bulan-bulan mulia ini,” ujarnya menjelaskan terjemahan ayat tersebut.

Imam Qurtubi dalam sebuah tafsirnya tentang ayat ini menjelaskan bahwa siapa pun yang berbuat maksiat atau menzalimi dirinya di empat bulan mulia ini akan mendapatkan dosa yang berlipat ganda. Demikian pula jika kita berbuat baik, maka akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda pula. “Dan ini disepakati pula oleh ulama-ulama tafsir lainnya,” tambahnya.

Di antara empat bulan istimewa ini hanya Zulhijjah dan Muharram yang ada amalan khususnya, yaitu di Zulhijjah ada puasa Arafah tanggal sembilan, tanggal sepuluhnya ada Hari Raya Idul Adha dan tanggal 11,12 dan 13-nya ada hari Tasyrik.

Kemudian di Muharram ada puasa Tasua dan Asyura pada tanggal sembilan dan sepuluhnya. Nah, kalau bulan Rajab tak ada ini, hanya disuruh banyak-banyak berbuat baik dan ganjarannya akan dilipatgandakan,” ulasnya.

Adapun berpuasa di bulan Rajab memiliki banyak keutamaan. Seperti yang dijelaskan hadits berikut:

“Sesungguhnya di Surga ada suatu sungai bernama ‘rajab’, warnanya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa berpuasa sehari dalam bulan Rajab, maka akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu.” (H. R. Bukhori Muslim)

“Berpuasa pada hari pertama bulan Rajab menghapus dosa selama tiga tahun, berpuasa pada hari kedua menghapus dosa selama dua tahun, berpuasa pada hari ketiga menghapus dosa selama setahun, kemudian untuk setiap harinya selama sebulan.” (H. R. Al Khilal dalam Fadhoil syahrur Rojab).

Doa dan Amalan-amalan

Bulan Rajab 1440 H akan jatuh pada Jumat 8 Maret 2019 artinya sebentar lagi kita akan memasuki bulan ke-7 dalam kalender Hijriyah.

Bulan Rajab disebut juga bulan haram (bulan mulia) selain bulan Ramadhan bersama Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.

Karena kemuliannya itu pula, umat muslim seyogyanya memperbanyak amalan-amalan yang menambah pahala di bulan ini.

Satu di antara ibadah tersebut adalah melaksanakan puasa Rajab. Hadits yang meriwayatkan puasa di bulan Rajab adalah dhaif, sehingga bila dilakukan adalah bid'ah. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa puasa Rajab hukumnya sunah, bila dilaksanakan di waktu-waktu yang tidak dilarang.

Seperti dikutip dari Tebu Ireng Online, ada beberapa riwayat yang menerangkan keutamaan puasa Rajab. Puasa tanggal 1 Rajab sama dengan menghapus dosa 3 tahun. Puasa tanggal 2 sama dengan menghapus dosa 2 tahun. Puasa tanggal 3 sama dengan menghapus dosa 1 tahun. Adapun niat puasa Rajab adalah sebagai berikut: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu sauma ghadin fi syahri rojabi sunatan lillahi ta'alaa."

Selain melaksanakan puasa pada tanggal-tanggal yang disebutkan di atas, umat muslim juga bisa melaksanakan puasa Ayyamul Bidh.

Puasa Ayyamul Bidh ini sebenarnya tidak hanya dilaksanakan setiap bulan Rajab saja, tapi pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan lain dalam kalender hijriah.

Berikut niat puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, 15 pada bulan Hijriah:

NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA’ALA

“Saya niat puasa pada hari-hari putih , sunnah karena Allah ta’ala.”

Nah, selain berpuasa, ada pula ibadah lainnya yang baik diamalkan di bulan Rajab seperti:

1. Memperbanyak sayyidul istighfar
Umat muslim dianjurkan untuk banyak memohon ampun atas dosa-dosanya di bulan Rajab. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca sayyidul istighfar saat pagi dan sore. Barang siapa yang membaca ini dan meninggal, maka ia masuk surga.

Adapun bacaan sayyidul istighfar adalah:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَعْتَرِفُ بِذُنُوبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

"Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu ta’at kepada-Mu, sekuat tenagaku Yaa Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan yg kuperbuat. Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah. Sesungguhnya tidak ada yg bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”

2. Memperbanyak doa
Saat memasuki bulan Rajab, Rasulullah SAW membaca doa ini:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَاَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ

"Allohumma baarik lanaa fii rojaba wa sya'banaa wa ballighnaa romadhonaa."

"Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rojab dan Sya'ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan."

3. Membaca istighfar Rajab
Banyak di antara kita mungkin masih sedikit asing dengan bacaan Istighfar Rajab. Namun bila membaca setidaknya dua atau empat kali Istighfar Rajab di dalam hidupnya, niscaya Allah akan mengampuni dosanya, meskipun ditetapkan akan masuk neraka.

4. Bacaan terakhir bulan Rajab
Di hari Jumat terakhir bulan Rajab saat khotib salat jumat duduk di antara dua khutbah, maka seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa ini sebanyak 35 kali:

اَحْمَدُ رَسُوْلُ اللّٰهِ ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ × ٣٥

Bila membaca doa tersebut, insyaallah sakunya tidak akan sepi dari uang, asalkan diiringi dengan usaha yang sungguh-sungguh.

5. Doa pagi dan sore
Setelah salat Subuh dan Maghrib, hendaknya seorang muslim membaca doa ini sebanyak 70 kali sambil mengangkat tangan, agar terhindar dari api neraka.

ربِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

Itulah amalan-amalan baik di bulan Rajab untuk menambah pundi-pundi pahala kita. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus