Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Sejumlah Pedagang Dumai Expo Keluhkan Sepi Pembeli

Senin, 29 April 2013


DUMAI-Sejumlah pedagang Dumai Expo yang berada di areal Taman Bukit Gelanggang atau Dumai Central Park mengeluh, karena sepinya pembeli. Padahal, waktu mereka berjualan hanya tinggal beberapa hari lagi. Keluhan pedagang kebanyakan berasal dari pedagang luar kota.

Seperti yang disampaikan Rico, Pedagang asal Kota Padang yang berjualan mainan anak. Menurutnya, sudah tiga hari berjualan, namun belum bisa memperoleh keuntungan lumayan. “Saya sudah berjualan sejak, Jumat-Minggu (26-28/4), namun belum dapat hasil memuaskan. Padahal masyarakat yang mengunjungi Dumai Expo sangat ramai dari hari ke hari dan tidak pernah sepi. Tapi tak tahu kenapa, daya beli masyarakat rendah. Mungkin karena tanggal tua,” kata Rico, Senin (29/4) sore.

Dikatakan, hari pertama berjualan hanya memperoleh uang Rp200.000, hari kedua saat pembukaan Dumai Expo lumayan, yakni Rp500.000 dan hari ketiga, Minggu malam hanya memperoleh Rp150.000 dan itu semua merupakan penghasilan kotor. Artinya hasil tersebut belum dikurangi biaya modal dan sebagainya.

“Karena sepinya pembeli, saya harus berani membanting harga jual dagangan dan ini memang sudah resiko pedagang. Ditambah saya berasal dari luar kota. Misalnya harga mobil-mobilan yang biasanya dijual Rp55.000 dan saya mendapat keuntungan Rp25.000. Rata–rata dagangan yang dijajakan, saya hanya mengambil keuntungan Rp5 ribu,” tukasnya.

Selain sepinya pembeli, Rico mengeluhkan berbagai macam biaya yang dikenakan panitia, seperti sewa lapak yang harus dibayarnya sebesar Rp350.000 dan biaya lainnya seperti untuk buang air kecil, mandi serta kebersihan.

Pedagang lainnya, Edwin mengatakan, sepinya pembeli juga terpaksa harus mengunakan trik–trik lainnya untuk menarik minat pengunjung Dumai Expo agar membeli dagangan yang dijajakan. Dimana dia yang biasa menjual mainal minimal Rp10.000, kali ini harus berani menjual mainannya dengan harga Rp15.000. “Mau tidak mau harus begini cara menjualnya. Kalau tidak, mana ada yang mau beli. Yang penting saat ini bisa balik modal dulu, urusan untung nanti dipikirkan,” paparnya.

Sebelum ke Dumai, Rico dan Edwin berjualan mainan anak di daerah Pesisir Selatan dengan momen yang sama, yakni perayaan HUT Kota Dumai. Namun yang membedakan, kalau di Pesisir Selatan, daya beli masyarakatnya cukup tinggi, berbeda dengan sekarang. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus