Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Sekdako Pekanbaru Mangkir dari Panggilan Bawaslu, Rusidi Rusdan: Tidak Bisa Diwakilkan

Rabu, 17 Januari 2018

Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan. (Foto: Andi Affandi/FokusRiau.Com)

PEKANBARU-Sekretaris Kota (Sekdako) Pekanbaru HM Noer, MBS mangkir dari panggilan Bawaslu Riau, Rabu (17/1/2018). Pemanggilan terkait dengan kehadirannya dalam acara syukuran atas diterimanya SK pencalonan Firdaus sebagai kandidat Paslon Gubri oleh DPP Demokrat.di kediaman Walikota Pekanbaru.

Dalam pemanggilan yang disampaikan bawaslu, M. Noer dimintai klarifikasi atas kehadiran dalam kegiatan tersebut. Namun informasi di bawaslu, sekitar pukul 23.00 WIB semalam, HM Noer mengonfirmasi tidak bisa hadir karena suatu urusan ke Jakarta.

"Utusan Pemko Pekanbaru Baharuddin datang membawa surat. Dia menyatakan yang bersangkutan tak bisa hadir hari ini," kata Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan Mpdi di Kantornya Jalan Sultan Syarif Kasim Pekanbaru

Dijelaskan, dalam pelanggaran kode etik ini sifatnya personal, sehingga Bawaslu tidak bisa menerima perwakilan dari yang bersangkutan. "Terdapat indikasi pelanggaran sebagaimana yang diatur dalam PP 42 tahun 2004 tentang kode etik pegawai negeri sipil. Karena ini sifatnya personal, tidak bisa diwakilkan," kata Rusidi.

Karena Sekdako berhalangan hadir hari ini, Bawaslu akan menjadwalkan ulang pemanggilan kedua, Jumat (19/1/2018) lusa. "Kita berharap yang bersangkutan datang tanpa diwakilkan, karena pelanggaran kode etik ini sifatnya personal," ulas Rusidi.

Ditambahkan, konsekuensi perbuatan ini adalah kepada personal atau orang yang bersangkutan, bukan kepada jabatannya, sehingga ditegaskan Rusidi lagi tidak bisa diwakilkan.

Menyinggung soal pasangan Firdaus-Rusli yang belum ditetapkan sebagai calon, menurut Rusidi tetap saja kegiatan itu bernuansa politis yang harus dihindari oleh ASN. "Jangankan untuk ikut langsung atau berfoto, hadir dalam kegiatan yangbernuansa politis saja merupakan pelanggaran." papar Rusidi.

Namun begitu, ASN yang hadir dalam kegiatan bernuansa politis ini ditegaskan Bawaslu belum melanggar UU Pilkada, "karena ASN itu peraturannya saat masa kampanye," tutupnya.

Sementara itu, utusan Sekdako Pekanbaru M Noer yang juga merupakan Kepala Dinas pendudukan dan Catatan Sipil Kota Pekanbaru ditemui di Kantor Bawaslu enggan berkomentar banyak. Dia menyampaikan, dirinya ditugaskan mengantarkan surat dari pemko. (andi affandi)


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus