Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Selama Lebaran, Polda Sumbar Siagakan Satgas Antiteror, Perbatasan Diperketat

Kamis, 07 Juni 2018

Ilustrasi. (Foto: Haluan)

PADANG-Untuk mengantisipasi aksi terorirme selama Lebaran, Polda Sumbar memastikan Satgas Antiteror selalu melakukan pengawasan. Selain kesiagaa Satgas Antiteror, Polda Sumbar juga sudah memperketat daerah perbatasan.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal menyebut, Satgas Antiteror diturunkan selama Lebaran untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat. “Satgas Antiteror tetap di lapangan melakukan pengawasan selama Lebaran. Tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat karena yang namanya teror bisa terjadi kapan saja,” ujar Fakhrizal saat menggelar Apel Operasi Ketupat di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Rabu kemarin.

Kapolda mengatakan, untuk pengawasan di daerah perbatasan akan terus diperketat dan tetap menjadi prioritas pengamanan. "Wilayah perbatasan tentu tetap diperketat pengawasannya. Upaya itu untuk meminimalisir masuknya pihak-pihak yang berniat buruk dan dapat merusak keamanan Sumbar," ujar Kapolda.

Selama arus mudik dan arus balik, Polda Sumbar mendirikan 61 pos pengamanan, 34 pos pelayanan dan 3 pos terpadu di berbagai titik.  Pengamanan tersebut akan melibatkan sekitar 6.097 personil gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan instansi lainnya.

"Pos-pos yang didirikan, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Pada setiap pos ini, semua personel dari instansi yang terlibat dalam dipastikan akan selalu siaga," ucapnya.

Kapolda mengatakan, personil gabungan itu terdiri 3.025 personil kepolisian serta 3.072 personil gabungan. Selain Polri dan TNI ada juga dari unsur Satpol PP, Dinkes, Organda, Senkom, Dishub, Basarnas, PLN, Orari, ASDP, PMI, Jasa Rahaja, PU, Linmas, Pramuka, Angkasa Pura, dan Damkar.  

"Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari. Di mulai 7 - 24 Juni. Hal ini sesuai atensi Kapolri dalam Operasi Ketupat seluruh Indonesia," kata Fakhrizal.

Potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Secara umum stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan. Hal itu dapat diwujudkan berkat kerjasama dari semua instansi terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), maupun Satgas Pangan Polri.

“Tahun ini, potensi permasalahan masih berkisar pada masalah distribusi pangan, upaya penimbunan oleh kelompok kartel/mafia pangan, maupun perilaku negatif pelaku usaha yang menaikkan harga di atas harga yang ditetapkan. Maka itu diperlukan kerja sama dan langkah proaktif guna mengatasi hal ini,” kata Kapolda membacakan amanat Kapolri.

Potensi kerawanan kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. Sehubungan dengan hal tersebut, Kapolri memberikan penekanan kepada seluruh personel terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat. Berbagai strategi bertindak yang telah ditetapkan agar diikuti dengan baik.

Potensi kerawanan ketiga yang juga harus diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis.

“Untuk itu, para Kasatwil diharapkan dapat mengambil langkah pre-emtif maupun preventif yang diperlukan sehingga bisa menekan potensi yang ada. Saya juga berharap, agar seluruh Kasatwil dapat terus menerus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG, dan pihak terkait lainnya, dalam upaya mengantisipasi dan mewaspadai potensi bencana alam”, ujarnya.

Potensi kerawanan keempat adalah, ancaman tindak pidana terorisme. Guna mengantisipasi potensi aksi terorisme, saya menekankan kepada seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelijen yang diimbangi dengan upaya penegakan hukum secara tegas, melalui optimalisasi peran Satgas Antiteror.

Di samping itu, pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, mako Polri, serta aspek keselamatan personel pengamanan harus menjadi perhatian. Perkuat pengamanan pada objek-objek tersebut dan laksanakan pendampingan personel pengamanan oleh personel bersenjata.

“Khususnya dalam mewujudkan keamanan secara umum, saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk terus menerus meningkatkan kerjasama dengan rekan-rekan TNI serta stakeholders terkait lainnya,” tambahnya.

Polda Sumbar mencatat, titik kemacetan di antaranya jalur Padang - Bukit Putus - Painan, kemudian jalur Padang - Solok - Sawahlunto. Jalur Padang - Padang Panjang - Singkarak. Serta Jalur Padang - Bukittinggi - Payakumbuh. Untuk rawan KMTS terdapat di Bandara, Terminal, Stasiun serta pemukiman penduduk. Sedangkan untuk rawan bencana diperkirakan ada di kawasan  Panaroma KM 28, Bukti Tambun Tulang Malibo Anai, dan kelok 44 di danau Maninjau KM 141. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Harianhaluan.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus