Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Sembunyikan Narkoba Miliaran Rupiah di Ember, Lelaki di Pekanbaru Ini Tak Berkutik Ditangkap

Jumat, 14 Juni 2019

Pelaku dan barang bukti diamankan polisi. (Foto:Tribunpekanbaru)

PEKANBARU-Seorang lelaki diduga sebagai kurir narkoba ditangkap Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Senapelan, Pekanbaru. Lelaki ini diketahui berinisial YH alias Hendri (37). Dirinya tak berkutik saat polisi menggerebeknya di sebuah rumah di Jalan Bunga Tanjung, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Jumat pekan lalu.

Dari hasil penggeledahan di rumah pelaku, polisi menyita barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi yang bernilai miliaran rupiah. Kuat dugaan, barang haram asal Negeri Jiran Malaysia ini akan diedarkan di Kota Pekanbaru dan sekitarnya.

Kapolsek Senapelan Kompol Kariamsah Ritonga dalam ekspos kasus menjelaskan, berdasarkan pengakuan pelaku, sabu dan ekstasi itu dia ambil di dekat sebuah SPBU di kawasan Payung Sekaki pada 10 Mei 2019 lalu.

Setelah dalam penguasaannya, narkotika itu lalu disimpan pelaku di dalam ember bekas cat. Bahkan agar tak ketahuan, ada yang disembunyikan pelaku dengan cara ditimbun dalam galian tanah di belakang rumahnya.

"Penangkapan kita lakukan setelah dilakukan penyelidikan selama kurang lebih sebulan, setelah kita dapatkan informasi tentang adanya transaksi narkoba. Kita pantau dan buntuti gerak-gerik pelaku. Setelah waktunya tepat, kita lakukan penggerebekan,” kata Kompol Kariamsah Ritonga didampingi Kanit Reskrim Ipda Budi Winarko, Jumat (14/6/2019).

Dibeberkan, barang bukti narkoba ini disembunyikan pelaku di dua lokasi berbeda. Total yang disita, yaitu sebanyak 454 gram sabu dan 4.785 butir pil ekstasi. Nilainya ditaksir hampir mencapai Rp2 miliar.

“Barang bukti disimpan dua lokasi berbeda. Untuk sabu kita temukan disimpan dalam ember warna biru yang dikubur di tanah di belakang rumah. Sedangkan untuk ekstasi merk minion warna kuning disimpan dalam ember yang ditemukan di garasi rumah," ulasnya.

Menurut keterangan pelaku, kata Kapolsek, dirinya memperoleh upah senilai tertentu untuk penjemputan dan penyimpanan narkotika tersebut. Dia diupah sebesar Rp5.000 per butir untuk ekstasi dan untuk sabu sebesar Rp50.000 per gram atau total sekitar Rp59 juta.

“Rencananya, narkotika ini akan diedarkan di Pekanbaru. Kita masih mengejar pelaku lain yang turut terlibat dalam jaringan ini. Untuk siapa penyuplai dan penerima barangnya masih dalam penyelidikan,” ujar Kariamsah.

Selain mengamankan barang bukti narkotika, polisi turut menyita handphone dan dua buah ember yang digunakan untuk menyimpan sabu dan ekstasi. Pelaku YH dijerat Pasal 114 dan 112 UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman penjara hukuman seumur hidup. (*)

 





Penulis: Anom
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler


    riau riau
     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus